bernasnews – Fenomena gerhana selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Langit yang biasanya terang perlahan berubah, bulan atau matahari tampak tertutup bayangan, dan masyarakat pun menaruh perhatian khusus pada peristiwa tersebut.
Dalam ajaran Islam, momen ini bukan sekadar kejadian astronomi, melainkan tanda kebesaran Allah SWT yang dianjurkan untuk disikapi dengan ibadah, salah satunya melalui sholat gerhana.
Artikel ini akan mengulas secara lengkap tentang niat sholat gerhana lengkap Arab, Latin dan artinya, sekaligus penjelasan tata cara pelaksanaannya sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Gerhana dalam Perspektif Sains dan Informasi BMKG
Secara ilmiah, gerhana terjadi ketika cahaya matahari terhalang oleh benda langit lain sehingga tidak sampai ke bumi secara sempurna. Gerhana bulan muncul saat bumi berada tepat di antara matahari dan bulan. Sementara gerhana matahari terjadi ketika bulan berada di antara bumi dan matahari.
Berdasarkan informasi dari BMKG, Gerhana Bulan Total (GBT) dipastikan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026 dan dapat diamati dari wilayah Indonesia. Peristiwa ini menjadi salah satu dari empat fenomena gerhana yang berlangsung sepanjang tahun 2026.
Pada saat Gerhana Bulan Total, bayangan inti bumi (umbra) sepenuhnya menutupi bulan. Di Bandung, fase totalitas berlangsung selama 59 menit 27 detik. Ketika puncak gerhana terjadi, bulan akan tampak berwarna merah gelap yang dikenal dengan istilah Blood Moon. Warna tersebut muncul akibat hamburan Rayleigh, yaitu proses penyaringan cahaya matahari oleh atmosfer bumi sehingga hanya spektrum merah-oranye yang sampai ke permukaan bulan.
Gerhana ini merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota dalam seri Saros 133. Peristiwa sebelumnya terjadi pada 21 Februari 2008, sedangkan berikutnya akan berlangsung pada 13 Maret 2044.
Berikut rincian fase Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 (WIB):
Gerhana Penumbra mulai (P1): 15.44
Gerhana Sebagian mulai (U1): 16.50
Gerhana Total mulai (U2): 18.04
Puncak Gerhana (MID): 18.34
Gerhana Total berakhir (U3): 19.02
Gerhana Sebagian berakhir (U4): 20.17
Gerhana Penumbra berakhir (P4): 21.22
Gerhana bulan aman disaksikan dengan mata telanjang tanpa alat pelindung khusus. Selain pengamatan langsung, masyarakat juga dapat mengikuti siaran melalui laman resmi BMKG.
Perintah Rasulullah SAW Saat Terjadi Gerhana
Ketika gerhana terjadi, Rasulullah SAW tidak mengaitkannya dengan kelahiran maupun wafatnya seseorang. Beliau menegaskan bahwa gerhana adalah tanda kebesaran Allah yang hendaknya direspons dengan sholat dan doa.
Dalam hadits riwayat Sahih Bukhari dan Sahih Muslim disebutkan:
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Apabila kalian melihatnya, maka sholatlah dan berdoalah hingga gerhana itu berakhir.”
Para ulama sepakat bahwa hukum sholat gerhana adalah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan.
Bacaan Niat Sholat Gerhana Lengkap
Sholat gerhana terbagi menjadi dua:
- Sholat Kusuf untuk gerhana matahari
- Sholat Khusuf untuk gerhana bulan
Berikut bacaan niatnya secara lengkap.
1. Niat Sholat Gerhana Matahari (Kusuf)
Arab:
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ إِمَامًا/مَأمُومًا رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushollii sunnatal likusuufisy syamsi rak’ataini imaaman/makmuuman lillaahi ta’aala.
Artinya:
Saya niat sholat sunnah gerhana matahari dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala.
2. Niat Sholat Gerhana Bulan (Khusuf)
Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushollii sunnatal khusuufi rak‘ataini imaaman/makmuuman lillaahi ta‘aala.
Artinya:
Saya niat sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala.
Tata Cara Sholat Gerhana yang Benar
Secara umum, tata cara sholat gerhana bulan dan matahari sama. Perbedaannya hanya terletak pada waktu pelaksanaan dan bacaan niat.
Berikut langkah-langkah pelaksanaannya:
Dianjurkan dilaksanakan secara berjamaah, meskipun boleh sendiri.
Sebelum dimulai, muazin menyerukan “As-sholaatu jaami’ah”.
Sholat terdiri dari dua rakaat.
Setiap rakaat memiliki dua kali ruku’, dua kali membaca Al-Fatihah dan surat, serta dua kali sujud.
Diawali dengan niat sesuai jenis gerhana.
Takbiratul ihram, membaca doa iftitah, taawudz, Al-Fatihah, lalu surat panjang.
Ruku’ pertama dilakukan dengan durasi yang lama.
I’tidal tanpa sujud, lalu membaca Al-Fatihah dan surat yang lebih pendek.
Ruku’ kedua lebih singkat dari ruku’ pertama.
I’tidal, lalu sujud seperti biasa.
Rakaat kedua dilakukan dengan pola yang sama.
Diakhiri salam.
Setelah sholat, dilanjutkan dengan khutbah.
Dalam hadits riwayat Sahih Bukhari dijelaskan bahwa Rasulullah SAW membaca surat panjang, melakukan ruku’ yang lama, kemudian mengulang bacaan dan ruku’ dalam satu rakaat sebelum sujud. Total terdapat empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua rakaat.
Hikmah Melaksanakan Sholat Gerhana
Gerhana mengingatkan manusia akan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Perubahan cahaya yang dramatis di langit menjadi momentum untuk memperbanyak doa, istighfar, serta introspeksi diri.
Sholat gerhana bukan sekadar ritual, tetapi bentuk penghambaan yang mendalam. Umat Islam diajak untuk tidak sekadar menjadi penonton fenomena alam, melainkan menjadikannya sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Dengan memahami niat sholat gerhana lengkap Arab, Latin dan artinya, serta tata cara pelaksanaannya, umat Muslim dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan sunnah.
Semoga setiap fenomena alam yang kita saksikan semakin menguatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT. (anp)












