News  

Mercon Rakitan Meledak saat Dipegang, Siswa SD di Paliyan Alami Luka Parah di Tangan

Mercon Rakitan Meledak di Paliyan/Foto: Polres Gunungkidul

bernasnews– Sebuah mercon rakitan di Dusun Kedungdowo Wetan, Pampang, Paliyan justru meledak di tangan seorang siswa sekolah dasar. Peristiwa ini menjadi peringatan keras tentang bahaya petasan buatan sendiri.

Kapolsek Paliyan, Slamet Riyanto, menyampaikan bahwa pihak kepolisian menerima laporan ledakan pada Senin, 2 Maret 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.

Peristiwa itu menimpa Andika Pratama (12), seorang pelajar sekolah dasar yang tinggal di Kedungdowo Wetan, RT 17/RW 4, Pampang, Paliyan. Andika meracik dan menyalakan sendiri petasan tersebut di pekarangan belakang rumahnya.

Sekitar pukul 15.00 WIB, Andika bermaksud menyalakan mercon rakitan itu. Ia menyulut sumbu dengan harapan petasan tersebut segera meledak seperti yang ia perkirakan.

Andika menduga sumbu mati atau gagal menyala. Tanpa menyadari bahaya yang mengintai, ia kembali memegang mercon tersebut untuk memeriksa kondisinya. Tiba-tiba, petasan itu meledak tepat di tangannya.

Ledakan keras itu langsung melukai tangan Andika. Jari-jarinya mengalami patah bahkan hancur akibat daya ledak mercon rakitan tersebut.

Meski dalam kondisi terluka, Andika segera masuk ke rumah dan menceritakan kejadian itu kepada neneknya, Welas (70), yang menjadi saksi pertama setelah peristiwa terjadi. Welas yang terkejut melihat kondisi cucunya segera menyadari bahwa ledakan tersebut bukanlah insiden kecil.

Kapolsek Paliyan AKP Slamet Riyanto menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 17.00 WIB. Polisi kemudian melakukan pendataan serta meminta keterangan dari saksi.

“Benar, kami menerima laporan adanya ledakan petasan rakitan yang menimpa seorang siswa SD. Korban mengalami luka pada tangan dan jari tangan mengalami patah serta hancur akibat ledakan,” ujar AKP Slamet Riyanto.

Ia menegaskan bahwa petasan rakitan memiliki risiko sangat tinggi karena tidak melalui standar keamanan dan pengawasan. Bahan peledak racikan sendiri sering kali memiliki komposisi tidak stabil sehingga berpotensi meledak di luar perkiraan.

Kasus ledakan mercon rakitan di Paliyan ini kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya petasan buatan sendiri, terutama bagi anak-anak. Rasa penasaran dan keinginan mencoba sering kali mengalahkan pertimbangan keselamatan.

AKP Slamet Riyanto mengimbau orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak, terutama terkait penggunaan atau pembuatan petasan.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuat maupun menyalakan petasan rakitan. Pengawasan orang tua sangat penting untuk mencegah kejadian serupa,” tegasnya.

Mercon rakitan yang meledak di Paliyan pada Senin sore itu meninggalkan luka fisik sekaligus trauma bagi korban dan keluarga. Ledakan di pekarangan rumah itu kini menjadi peringatan keras, satu keputusan ceroboh dapat mengubah masa depan seorang anak dalam sekejap. (ef linangkung)