News  

Pemkot – PDM Perkuat Kolaborasi Wujudkan Yogya Kota Bahagia, BNN Siap Eksekusi Program P4GN

Penandatanganan Kesepakatan Bersama oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dan Ketua PDM Kota Yogyakarta, Aris Madani. (Foto: Dok. bernasnews)

bernasnews — Pemerintah Kota Yogyakarta dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta resmi menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Peningkatan Kesejahteraan Sosial, bertempat di Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (26/2/2026), Pukul 16:00 WIB.

Penandatanganan dilakukan oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dan Ketua PDM Kota Yogyakarta, Aris Madani. Momentum ini menjadi pijakan strategis kolaborasi multipihak dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Yogyakarta.

Kesepakatan Bersama bernomor 7/KB.YK/WND.13/FEB/2026 dan 062/III.0/A/2026 tersebut memuat objek kerja sama di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan kesehatan. Ruang lingkupnya mencakup perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi program pembangunan, dengan masa berlaku empat tahun.

Menuju “Global Happiness City

Prof. Dr. Suratman, M.Sc. salah satu guru besar UGM dalam kesempatan tersebut memaparkan gagasan tentang “Global Happiness City” atau kota bahagia berkelas dunia. Gagasan ini merupakan pengejawantahan keistimewaan DIY dan ruh Hamemayu Hayuning Bawana.

Konsep ini diterjemahkan dalam Grand Design Holistic Program Penthahelix Action dengan semangat: No Slum, No Poor, No Waste, No Pollution, No Crime. Fokus utama diarahkan pada penanganan kawasan bantaran sungai yang masih berstatus slum area, khususnya di wilayah Code, Winongo, dan Gajahwong.

Penataan lingkungan, inovasi pengelolaan sampah berbasis komunitas, penguatan ekonomi lokal, serta tata kelola kelembagaan dari tingkat kota hingga RT/RW. Harapannya, terwujud lingkungan hidup yang aman, bersih, ramah, tenteram, dan tangguh.

BNN Perkuat Peran Strategis P4GN

Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kota Yogyakarta dan PDM Kota Yogyakarta menjadi instrumen strategis untuk menerjemahkan visi besar “Global Happiness City” ke dalam langkah nyata. Konsep kota bahagia tidak hanya berbicara tentang penataan lingkungan dan penguatan ekonomi, melainkan juga tentang terciptanya rasa aman serta ketahanan sosial di tengah masyarakat.

Dalam kerangka itulah isu narkotika ditempatkan sebagai salah satu prioritas utama. Berdasakan keterangan Kombes Pol. Sudaryaka, S.I.K. (Kepala BNN Kota Yogyakarta), data menunjukkan adanya peningkatan kasus narkotika di Kota Yogyakarta, termasuk keterlibatan pelajar dan kelompok pengangguran.

Situasi ini menjadi tantangan serius bagi cita-cita menghadirkan kota yang sehat dan bahagia. Menjawab tantangan tersebut, Badan Narkotika Nasional Kota hadir bukan sekadar sebagai mitra teknis, tetapi sebagai eksekutor program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di tingkat kota.

Upaya pencegahan dan penanganan narkoba diharapkan menjadi bagian integral dari gerakan bersama menuju Yogyakarta sebagai Kota Bahagia yang aman dan berdaya melalui sinergi lintas sektor,

Peran strategis BNN Kota Yogyakarta meliputi:

  1. Intervensi hulu berbasis pendidikan, melalui integrasi maupun insersi kurikulum anti-narkoba di sekolah Muhammadiyah dan sekolah umum, pembentukan kader pelajar anti-narkoba, serta deteksi dini berbasis lingkungan pendidikan.
  2. Menguatkan peran komunitas dan masjid, dengan menjadikan masjid sebagai tempat edukasi tentang bahaya narkoba, tempat curhat atau konsultasi awal, serta saluran bagi warga untuk melapor jika ada penyalahgunaan narkoba.
  3. Memetakan wilayah yang rawan narkoba, berdasarkan data dan kerja sama dengan kelurahan, RT/RW, serta instansi terkait, agar penanganannya bisa lebih tepat sasaran.
  4. Memberikan rehabilitasi dengan pendekatan yang humanis, dengan membantu pengguna narkoba mendapatkan layanan rehabilitasi, sekaligus memperkuat dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar.
  5. Mendorong kebijakan daerah yang lebih kuat, agar program P4GN memiliki aturan yang jelas dan masuk dalam perencanaan serta anggaran resmi pemerintah daerah. Sinergi untuk Kota Bahagia

Yogyakarta diarahkan tidak hanya sebagai kota pendidikan dan budaya, tetapi juga sebagai kota yang warganya hidup aman, sehat, dan bahagia. Hal ini dapat terwujud melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota, Muhammadiyah, perguruan tinggi, perangkat daerah, BNN, komunitas, karangtaruna dan warga. Kesepakatan ini menegaskan bahwa kemajuan kota hanya dapat dicapai melalui gerakan bersama. (ted/ Luk Luk Sihjati, S.I.P., M.A, BNN Kota Yogyakarta)