bernasnews– Sebuah batu berukuran besar tiba-tiba menggelinding ke badan jalan dan menutup akses utama dari Pule Ireng menuju Bintaos pada Jumat (27/2/2026). Kejadian tersebut langsung mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat yang hendak melintas.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Hujan deras yang mengguyur tanpa henti sejak pagi membuat kondisi tanah di perbukitan sekitar menjadi labil. Tekanan air yang terus menggerus lereng akhirnya mendorong batu besar itu lepas dari posisinya dan menggelinding hingga ke jalan raya.
Suasana malam yang gelap dan basah membuat warga khawatir. Beberapa pengendara yang melintas terpaksa menghentikan kendaraan mereka karena badan jalan tertutup batu. Beruntung, tidak ada kendaraan yang tertimpa maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Menanggapi laporan masyarakat, jajaran Polsek Tepus segera bergerak ke lokasi. Tim SPKT Regu III Polsek Tepus yang terdiri atas Brigadir Rangga, Briptu Itnu, dan Briptu Sungsang langsung melakukan penanganan di lapangan.
Kapolsek Tepus, AKP Suryanto, memimpin langsung kegiatan pemindahan batu tersebut. Ia mengerahkan personel bersama warga sekitar untuk membersihkan material yang menghalangi jalan.
“Kami menerima laporan dari masyarakat dan langsung menuju lokasi. Hujan deras sejak pagi menyebabkan batu besar menggelinding ke jalan. Kami bersama warga segera melakukan pemindahan agar akses kembali normal,” ujar AKP Suryanto.
Warga Padukuhan Pule Ireng menunjukkan solidaritas yang tinggi. Mereka keluar dari rumah masing-masing meski hujan masih mengguyur dengan intensitas sedang.
Dengan peralatan seadanya, mereka bersama aparat kepolisian mendorong dan menggeser batu secara bertahap hingga akhirnya badan jalan kembali terbuka.
Kerja sama tersebut mencerminkan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat pedesaan. Dalam kondisi darurat, mereka tidak menunggu lama untuk bertindak.
Setelah beberapa waktu melakukan upaya pemindahan, jalur Pule Ireng menuju Bintaos akhirnya kembali dapat dilalui kendaraan. Petugas memastikan tidak ada sisa material lain yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
AKP Suryanto menegaskan bahwa kejadian tersebut murni akibat faktor alam, yakni curah hujan tinggi yang melanda wilayah Tepus sepanjang hari.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Jalur sudah kembali normal dan situasi terpantau aman serta terkendali,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan deras, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah perbukitan atau sering melintas di jalur rawan longsor.
Peristiwa batu menggelinding di Tepus tidak hanya menjadi catatan kejadian akibat cuaca ekstrem, tetapi juga menjadi potret kebersamaan antara aparat dan masyarakat.
Warga saling membantu, aparat sigap bertindak, dan semua pihak bergerak demi kepentingan bersama. Jalan yang sempat lumpuh kembali berfungsi, dan aktivitas masyarakat dapat berjalan seperti biasa. (ef linangkung)












