bernasnews– Alfamart Tepus yang berlokasi di Padukuhan Bintaos, Kalurahan Sidoharjo, menjadi sasaran pelaku kejahatan. Pelaku membobol toko pada Senin, 5 Januari 2026 dini hari, dan baru terungkap saat karyawan membuka toko pada pagi harinya.
Kapolsek Tepus, AKP Suryanto, membenarkan peristiwa pencurian tersebut. Ia menegaskan bahwa pelaku tidak mengambil uang di dalam brankas, melainkan membobol satu unit mesin ATM yang berada di dalam toko.
“Benar, pada Senin, 5 Januari 2026 sekitar pukul 06.00 WIB telah diketahui terjadi tindak pidana pencurian di Alfamart Tepus,” ujar AKP Suryanto.
Kronologi Pencurian Alfamart Tepus
AKP Suryanto menjelaskan bahwa kejadian tersebut pertama kali ketahuan saat toko mulai beroperasi. Saksi Ek datang lebih awal untuk membuka toko, tidak lama kemudian disusul oleh saksi Ib dan Ra. Ketiganya kemudian menjalankan aktivitas awal seperti biasa.
Namun, situasi berubah drastis ketika saksi Eb berjalan ke bagian belakang toko untuk berganti pakaian. Ia menemukan plafon bagian depan kamar mandi dalam kondisi jebol, yang langsung menimbulkan kecurigaan.
Merasa ada kejanggalan, saksi Eb segera mengajak saksi Ek dan Ra untuk memeriksa kondisi toko secara menyeluruh. Ketiganya kemudian menemukan fakta mengejutkan.
“Saat dilakukan pengecekan, diketahui satu unit mesin ATM di dalam toko telah dibobol,” jelas AKP Suryanto.
Menyadari telah terjadi pencurian, para saksi segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tepus.
Hasil pemeriksaan awal menyebutkan bahwa pelaku berhasil merusak satu unit mesin ATM dan menguras uang di dalamnya. Polisi memperkirakan kerugian mencapai lebih dari Rp150 juta.
“Kerugian sementara berupa satu unit ATM yang rusak dan sejumlah uang di dalam ATM yang hilang, kurang lebih Rp150 juta,” tegas Kapolsek Tepus.
Selain membobol ATM, pelaku juga membawa perangkat CCTV dan DVR yang menyimpan rekaman aktivitas di dalam toko. Aksi tersebut diduga kuat sebagai upaya pelaku menghilangkan jejak dan barang bukti.
Cara Pencuri Masuk
Sementara itu, Kepala Toko Alfamart Bintaos, Ibnu Ardiansyah, menjelaskan bahwa pelaku masuk dengan cara membobol atap galvalum, kemudian merusak plafon eternit untuk turun ke dalam area toko.
Pelaku bergerak secara terencana dan mengetahui titik-titik vital di dalam toko. Selain mesin ATM, pelaku juga merusak perangkat pengamanan dan sistem penyimpanan data toko.
Ibnu Ardiansyah mengungkapkan bahwa aksi pencurian di Alfamart Tepus bukan kali pertama terjadi. Ia mencatat bahwa kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 2023 dan 2025.
“Dengan kejadian ini, berarti pencurian kembali terjadi hingga tahun 2026,” ujarnya.
Rentetan kasus tersebut membuat pihak pengelola berharap adanya peningkatan pengamanan serta pengungkapan tuntas oleh aparat kepolisian.
Selanjutnya, polisi mengumpulkan petunjuk, memeriksa saksi-saksi, serta menelusuri kemungkinan pelaku merupakan jaringan pencurian lintas wilayah.
AKP Suryanto menegaskan bahwa pihaknya terus mendalami kasus ini dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap lingkungan sekitar pada malam hingga dini hari.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut,” pungkasnya. (ef linangkung)












