News  

Terlilit Rentenir, Pasutri Asal Kalasan Nekat Mencuri 28 Tabung Gas LPG di 8 TKP Wonosari

Pasutri Kalasan Mencuri Tabung Gas LPG/Foto: Polres Gunungkidul

 bernasnews– Terlilit utang rentenir dan tanpa pekerjaan tetap, pasutri asal Kalasan nekat mencuri puluhan tabung gas LPG kilogram di sejumlah warung di wilayah Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.

Polisi mencatat sedikitnya delapan tempat kejadian perkara (TKP) menjadi sasaran selama periode Januari hingga Februari 2026.

Kapolsek Wonosari, Tri Wibowo, menegaskan bahwa pihaknya telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus pencurian dengan pemberatan (curat) tersebut.

Kronologi Pasutri Kalasan Mencuri Tabung Gas LPG

Kapolsek Wonosari, Tri Wibowo, menyampaikan bahwa polisi telah menetapkan dua tersangka berinisial SR (53) dan SH (51). Keduanya merupakan pasangan suami istri yang berdomisili di wilayah Kabupaten Sleman.

“Kami sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Pelapor dalam perkara ini adalah Ibu Martini, warga Karang Tengah 1 RT 03 RW 01, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul,” tegasnya.

Peristiwa pencurian pertama yang terungkap terjadi pada Rabu, 28 Januari 2026. Saat itu, pelaku mencuri sembilan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram dari Warung Gorengan Mbah Semar di Jalan Wonosari, Karang Tengah 1 RT 03 RW 01, Kalurahan Karang Tengah, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul.

Pelaku merusak gembok warung untuk masuk dan mengambil tabung gas. Korban mengalami kerugian sekitar Rp2 juta akibat kejadian tersebut.

Polisi akhirnya menangkap SR dan SH pada Selasa, 10 Februari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, keduanya diduga hendak mencuri di sebuah warung makan di Jalan Wonosari arah Semanu, tepatnya di depan PT Super Sonic.

Keduanya mencoba mencongkel gembok warung. Namun, aksi mereka gagal karena pemilik warung, Tumin, warga Kaliarjo, masih berjaga di dalam. Tumin langsung mengamankan keduanya dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian.

Setelah menjalani pemeriksaan intensif, polisi mengungkap bahwa pasangan ini telah melakukan pencurian di sejumlah lokasi lain di wilayah Wonosari.

Daftar 8 TKP Pencurian Tabung Gas LPG

Polisi mencatat sedikitnya delapan TKP yang menjadi sasaran SR dan SH.

  1. Warung Gorengan Mbah Ujo, Siraman Wonosari – mencuri 5 tabung LPG 3 kg.
  2. Rumah Makan Padang Pariaman, sebelah timur Kodim Wonosari – mencuri 3 tabung LPG 3 kg.
  3. Warung Bakmi Jawa Udin, Wonosari – mencuri 2 tabung LPG 3 kg dan minuman sachet.
  4. Warung Gorengan Wareng, Wonosari – mencuri 3 tabung LPG 3 kg.
  5. Warung Mie Ayam Mingun, Wareng Wonosari – mencuri 3 tabung LPG 3 kg.
  6. Warung Sembako Wareng, Wonosari – mencuri 1 tabung LPG 3 kg.
  7. Warung Bakmi Jawa dekat Lapangan Wareng, Wonosari – mencuri 3 tabung LPG 3 kg.
  8. Warung Gorengan Mbah Semar, Karang Tengah – mencuri 9 tabung LPG 3 kg.

Dari delapan TKP tersebut, polisi mengamankan total 28 tabung gas elpiji 3 kilogram sebagai barang bukti.

Polisi juga menyita satu unit sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AB 5539 yang digunakan pelaku sebagai sarana menuju lokasi pencurian.

Kapolsek menjelaskan bahwa kedua tersangka menyasar warung-warung kecil pada malam hingga dini hari.

Keduanya merusak atau mencongkel gembok, lalu membawa kabur tabung gas menggunakan sepeda motor.

Setelah mencuri, keduanya menjual tabung gas di wilayah Sleman dan Bantul dengan harga berkisar antara Rp115 ribu hingga Rp145 ribu per tabung.

SR dan SH mengaku tidak memiliki pekerjaan tetap alias menganggur. Mereka mengaku terlilit utang rentenir sehingga nekat melakukan pencurian berulang kali untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membayar cicilan utang.

Atas perbuatannya, polisi menjerat kedua tersangka dengan Pasal Pencurian dengan Pemberatan (Curat). Keduanya terancam hukuman pidana maksimal sembilan tahun penjara.

Kapolsek Wonosari menegaskan bahwa pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini. Polisi menduga jumlah warung yang menjadi sasaran kemungkinan bertambah.

“Kami sudah mendata delapan TKP, dan kami akan terus mengembangkan penyelidikan. Tidak menutup kemungkinan ada lokasi lain yang menjadi sasaran,” tegasnya. (ef linangkung)