bernasnews — Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan kerja sama dengan Pimpinan Dewan Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta, berkaitan dengan persoalan narkoba, lansia dan lingkungan serta sungai, dengan menggandeng Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.
Penandatanganan kerja sama tersebut oleh Wali Kota Yogyakarta, Dr. (H.C) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta H. Aris Madani, S. Pd. I., M.S.I, bertempat di Panti Asuhan Putra Muhammadiyah, Jalan Lowano, Yogyakarta, pada Kamis (26/3/2026).
Pada kesempatan itu juga, Wali Kota Yogyakarta juga me-launching Kampung Tematik yakni Kelurahan Brontokusuman, Kemantren Mergangsan. Juga Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo dan Kelurahan Prenggan, Kemantren Kotagede, Kota Yogyakarta.
Hadir dalam acara tersebut Kepala BNN Kota Yogyakarta, Ketua LPPM UAD, Ketua Aisyah Kota Yogyakarta, Kepala Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Pj. Setda Kota Yogyakarta, Pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta serta tamu undangan lainnya.
Ketua PDM kota Yogyakarta Aris Madani dalam sekapur sirihnya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Yogyakarta atas kepercayaan dan kesediaanya untuk bekerja sama dengan PDM Kota Yogyakarta dalam hal penanganan sampah, lansia care dan bersih – bersih sungai serta kegiatan lainnya yang berkaitan dengan pembangunan di wilayah Kota Yogyakarta.
Menurut Aris, kerja sama ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Yogyakarta. Dengan kerja sama ini akan mencapai tujuan bersama guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan sejahtera.
“Pasalnya pengelolaan sampah, perawatan lansia, bersih – bersih sungai dan pembangunan lainnya adalah tanggungjawab bersama,” ungkapnya.
Aris juga percaya dengan adanya kerja sama ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup khususnya untuk lansia. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota beserta Jajarannya atas komitmen dan kesediannya untuk berkerja sama dengan PDM Yogyakarta, yang diharapkan dapat mencapai hasil yang lebih baik dan lebih cepat.
“Kita berharap MoU ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat dan pemerintah lainnya, dalam meningkatkan kerja sama dan kolaborasi untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan, menjadi lebih awal dan lebih luas di dalam masyarakat yang akan datang dan lebih baik dan lebih bermartabat,” tambah Aris.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa Pemkot Yogyakarta tidak bisa bekerja sendiri maka peran masyarakat juga Muhammadiyah menjadi peran yang strategis bagi kemajuan Kota Yogyakarta.
“Kita akan wujudkan Kota Yogyakarta yang tertib dan mempunyai perhatian terhadap kebersihan, tertib lalu lintasnya, tertib disiplinnya dan berbagai hal di Kota Yogyakarta sehingga bisa dijadikan contoh, Misalnya, dengan program JOS-nya (Jogja Olah Sampah),” kata Hasto Wardoyo.
Orang nomor satu di Pemkot Yogyakarta ini juga berharap Kota Yogyakarta dalam hal kedisiplinanannya, ketertibanya dan kebersihannya bisa seperti Singapura. Untuk itu Muhammadiyah diharapkan menjadi agent of change karena komponen sudah komplit.
“Mulai dari senior sampai siswa – siswanya yang bersekolah di Muhammadiyah bisa menjadi motor penggerak perubahan pendidikan. Juga untuk menjadi agent of change bagi kabupaten lain,” beber Hasto Wardoyo.
“Kami juga berharap masjid – masjid Muhammadiyah punya binaan sungai sehingga sungai yang ada di tengah Kota Yogyakarta seperti Code, Gajah Wong dan Winongo menjadi sungai yang bersih. Kami juga mempunyai program dengan memetakan sungai dan berbagi ruas sungai untuk diperbaiki, sehingga di masa 4 tahun program ini bisa selesai,” lanjutnya.
Pada bagian lain, Ketua LPPM UAD, Prof. Ir. Anton Yudhana, S. T., M. T., PhD menyampaikan untuk kampung tematik Kelurahan Brontokusuman, fokus pada programn berupa penanganan persoalan narkoba yang semakin meningkat kasusnya (40%), kejahatan naik (19%) dan dari peredarannya naik 25,9%.
“Data tersebut diperoleh dari BNN Kota Yogyakarta. Sedangkan data dari Polresta Kota Yogyakarta kasusnya naik hingga 50%. Sementara yang menjadi konsentrasi dari PDM Kota Yogyakarta dan UAD adalah terkait belum adanya Perda tentang narkoba. Di Kota Yogyakarta baru ada Perwal dan nota kesepahaman dengan berbagai elemen masyarakat,” papar Prof. Anton.
“UAD dan PDM Kota Yogyakarta mendorong agar supaya segera ditetapkan Perda untuk narkoba sehingga unsur memaksa dari aspek legislatif dan eksekutif yang menjadi harapan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Selain persoalan narkoba, program yang kedua adalah Lansia Care, bahwa para senior/ lansia diperlakukan dengan baik seperti inisiasi dari PDM dan UAD dengan adanya Sekolah Lansia, yang di Kemantren Mergangsan sudah ada 4 sekolah lansia.
“Program kami yang terakhir adalah program penataan sungai, dari UAD sudah menyiapkan KKN Tematik khusus untuk penataan sungai di kelurahan Brontokusuman dan ada 300 mahasiswa UAD untuk melakukan sosialisasi dan edukasi penanganan sampah dan penataan sungai,” pungkasnya.
Usai acara penandatanganan MoU dan launching Kampung Tematik, acara dilanjutkan penyerahan tali kasih kepada lansia secara simbolik oleh Wali Kota Yogyakarta dan Ketua PDM Kota Yogyakarta. (nun)












