Dzikir Setelah Sholat Subuh di Bulan Ramadan: Amalan Pagi Pembuka Pintu Rezeki

Ilustrasi dzikir setelah sholat Subuh bulan Ramadan. (Freepik.com)

bernasnews – Sholat Subuh di bulan Ramadan memiliki nuansa yang berbeda dibanding hari-hari biasa. Udara pagi yang masih sejuk, suasana hati yang lebih tenang setelah sahur, serta semangat ibadah yang meningkat menjadikan waktu ini sangat istimewa.

Tidak heran jika banyak ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir setelah Sholat Subuh di bulan Ramadan sebagai upaya menyempurnakan ibadah dan memohon kelancaran rezeki.

Dzikir pagi bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk komunikasi spiritual antara hamba dan Allah SWT. Dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk selalu mengingat-Nya setelah menunaikan sholat. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Surah An-Nisa ayat 103:

فَاِذَا قَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْ ۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ ۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا ١٠٣

Artinya:

“Apabila kamu telah menyelesaikan sholat, berzikirlah kepada Allah, baik ketika berdiri, duduk maupun berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah sholat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang mukmin.”

Ayat tersebut menjadi dasar kuat bahwa dzikir setelah sholat, termasuk setelah Subuh di bulan Ramadan, merupakan amalan yang sangat dianjurkan.

Keutamaan Sholat Subuh dan Dzikir Pagi di Bulan Ramadan

Sholat Subuh termasuk salah satu sholat yang memiliki keutamaan besar. Dalam sebuah hadits disebutkan:

“Barangsiapa yang mengerjakan sholat bardain (Subuh dan Ashar), maka ia akan masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu, terdapat pula keutamaan luar biasa bagi orang yang melanjutkan dengan dzikir setelah Subuh:

“Barang siapa yang sholat Subuh berjamaah kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu sholat dua rakaat, maka baginya pahala seperti haji dan umrah yang sempurna.” (HR. Tirmidzi)

Di bulan Ramadan, setiap amal kebaikan dilipatgandakan. Oleh karena itu, memperbanyak dzikir setelah Sholat Subuh menjadi salah satu amalan yang sayang untuk dilewatkan, terutama bagi yang menginginkan keberkahan dan kelancaran rezeki.

Urutan Dzikir Setelah Sholat Subuh di Bulan Ramadan

Berikut adalah rangkaian dzikir pagi yang dapat diamalkan setelah Sholat Subuh.

1. Membaca Istighfar Tiga Kali

Langkah pertama adalah memohon ampun kepada Allah SWT dengan membaca istighfar sebanyak tiga kali:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Latin:

Astaghfirullahal ‘adzim alladzi laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum wa atuubu ilaih.

Istighfar menjadi pembuka dzikir karena setiap manusia tidak luput dari kesalahan. Dengan memohon ampun, hati menjadi lebih bersih dan siap menerima keberkahan.

2. Membaca Tahlil dan Doa Tauhid

Dilanjutkan dengan membaca:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Latin:

Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyii wa yumiitu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.

Kalimat ini menegaskan keesaan Allah dan kekuasaan-Nya atas seluruh kehidupan. Membacanya di pagi hari menjadi bentuk penyerahan diri sebelum memulai aktivitas.

3. Memohon Perlindungan dari Api Neraka

Bacaan berikutnya dibaca sebanyak tiga kali:

اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ

Latin:

Allahumma ajirni minan naar (3x)

Doa singkat ini mengandung makna mendalam, yaitu memohon perlindungan dari siksa neraka dan segala keburukan yang bisa menjauhkan diri dari rahmat Allah.

4. Doa Pujian dan Permohonan Keselamatan

Selanjutnya membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Latin:

Allahumma antas salam wa minkas salam wa ilaika ya’udus salam fa hayyina rabbana bissalam wa adkhilnal jannata daras salam tabarakta rabbana wata’alayta ya dzal jalali wal ikram.

Doa ini berisi pujian bahwa Allah adalah sumber keselamatan dan permohonan agar diberikan kehidupan yang penuh kedamaian serta dimasukkan ke dalam surga.

5. Membaca Surah Al-Fatihah dan Ayat Kursi

Setelah itu dianjurkan membaca Surah Al-Fatihah, lalu Ayat Kursi. Ayat Kursi dikenal memiliki keutamaan besar sebagai pelindung diri dari gangguan dan sebagai bentuk penguatan iman di awal hari.

Ayat kursi Arab:

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥

Latin:

Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta’khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa’u ‘indahū illā bi’iżnih(ī), ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai’im min ‘ilmihī illā bimā syā'(a), wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya’ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm(u).

Artinya:

Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.

6. Tasbih, Tahmid, Takbir dan Tahlil

Sebagai penutup, bacalah dzikir berikut masing-masing 33 kali:

  • سُبْحَانَ اللهِ (Subhanallah)
  • الْحَمْدُ لِلّٰهِ (Alhamdulillah)
  • اللهُ أَكْبَرُ (Allahu Akbar)
  • لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ (Laa ilaaha illallah)

Rangkaian tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil ini menyempurnakan dzikir pagi dan memperkuat keimanan sebelum menjalani aktivitas.

Mengapa Dzikir Subuh Bisa Melancarkan Rezeki?

Banyak ulama menjelaskan bahwa keberkahan rezeki tidak hanya dinilai dari jumlah, tetapi juga dari ketenangan dan kecukupan. Dengan memperbanyak dzikir setelah Sholat Subuh di bulan Ramadan, seseorang memulai harinya dengan mengingat Allah, sehingga aktivitas yang dilakukan menjadi bernilai ibadah.

Dzikir menghadirkan ketenangan hati. Hati yang tenang akan melahirkan pikiran yang jernih dan keputusan yang bijak. Dari sinilah pintu-pintu rezeki terbuka, baik dalam bentuk materi maupun kemudahan hidup.

Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperbaiki kualitas ibadah. Setelah dzikir, umat Islam juga dapat melanjutkan dengan doa pribadi sesuai kebutuhan masing-masing. Waktu pagi termasuk saat mustajab untuk berdoa.

Dengan mengamalkan dzikir pagi setelah Sholat Subuh secara rutin, terutama di bulan Ramadan, kita tidak hanya menjalankan anjuran syariat, tetapi juga menanam benih keberkahan untuk sepanjang hari.

Dzikir setelah Sholat Subuh di bulan Ramadan bukan sekadar bacaan rutin, melainkan investasi spiritual jangka panjang. Dimulai dari istighfar, tahlil, doa perlindungan, pujian kepada Allah, membaca Ayat Kursi, hingga tasbih dan tahmid semuanya menjadi rangkaian ibadah yang menyempurnakan sholat.

Semoga dengan mengamalkan dzikir pagi ini secara istiqamah, Allah SWT melimpahkan keberkahan, melancarkan rezeki, serta menjaga kita dalam lindungan-Nya sepanjang hari. (anp)