News  

Akses Depan Mapolda DIY Ditutup Aksi Demonstrasi: Massa Tuntut Penjelasan Penganiayaan Siswa SMP hingga Tewas di Tual Maluku

Massa demonstran memadati Ringroad Utara depan Mapolda DIY dengan pengamanan ketat aparat kepolisian, Selasa (24/2/2026) petang. (Ist)

bernasnews – Massa demonstran memadati kawasan Ringroad Utara menuju depan Markas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Mapolda DIY) pada Selasa, 24 Februari 2026 petang. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk respons atas dugaan peristiwa penganiayaan di Tual, Maluku.

Sejak pukul 18.30 WIB, massa datang secara bergelombang. Waktu berbuka puasa Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum awal konsolidasi sebelum peserta bergerak ke lokasi aksi.

Massa berkumpul di sekitar gerbang timur Mapolda DIY. Mereka membawa spanduk dan poster yang berisi tuntutan terkait penanganan dugaan penganiayaan tersebut.

Massa Blokade Ringroad Utara

Aksi tidak hanya terpusat di gerbang timur Mapolda DIY. Sebagian massa bergerak ke sisi barat Ringroad Utara dan melakukan pemblokadean jalan dari arah barat ke timur.

Mereka memasang water barrier di jalur lambat dan jalur cepat. Akibatnya, arus lalu lintas dari barat menuju timur terhenti total.

Petugas kepolisian kemudian mengalihkan arus kendaraan ke jalur alternatif untuk mengurai kepadatan. Sejumlah pengendara memutar arah, sementara sebagian warga berhenti untuk menyaksikan jalannya aksi.

Situasi di lokasi terpantau padat, namun masih dalam pengamanan aparat.

Pengamanan di Mapolda DIY

Di area gerbang timur Mapolda DIY, aparat kepolisian bersiaga dengan perlengkapan pengamanan. Gerbang terlihat terbuka, namun kawat berduri dipasang di bagian dalam sebagai langkah antisipasi.

Polisi membentuk barikade dan menjaga jarak dengan massa aksi. Petugas meminta peserta demonstrasi menyampaikan aspirasi secara tertib.

Hingga malam hari, massa tetap bertahan di depan Mapolda DIY dan terus menyuarakan tuntutan melalui orasi. Salah satu peserta aksi menyatakan, “Kalau ada kekerasan, siapa pun pelakunya harus diproses hukum. Kami datang bukan untuk rusuh, tetapi untuk menuntut keadilan.”

Sebagian peserta menyalakan lilin di tepi jalan sebagai bentuk solidaritas. Sementara itu, aparat lalu lintas terus mengatur pengalihan kendaraan di sekitar Ringroad Utara.

Sampai berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung dan pengamanan tetap dilakukan oleh kepolisian. Massa menyatakan akan terus mengawal penanganan dugaan penganiayaan di Tual hingga ada penjelasan resmi dari pihak berwenang. (Eln)