
bernasnews – Ledakan mercon terjadi di RT 25 Padukuhan Ngunan Unan, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu, 22 Februari 2026 pagi.
Peristiwa tersebut melukai dua remaja dan menyebabkan kerusakan pada bagian rumah warga. Dentuman terdengar keras hingga membuat warga keluar rumah.
Asap terlihat membumbung dari sebuah rumah di bagian utara kampung. Lokasi kejadian berada di tengah permukiman padat penduduk.
Rumah Rusak pada Bagian Dalam
Fitriyanti, istri Dukuh Padukuhan Ngunan Unan, menyampaikan bahwa ia langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi adanya ledakan. Saat kejadian, dukuh setempat sedang menghadiri acara.
“Saya langsung ke lokasi begitu mendapat informasi. Tadi, Pak Dukuh pas ada acara,” ujarnya.
Ia melihat bagian dalam rumah mengalami kerusakan. Plafon jebol dan serpihan material berserakan. Sisa bubuk mercon masih terlihat di lokasi sebelum diamankan kepolisian.
Fitri menjelaskan bahwa rumah tersebut merupakan rumah tinggal yang masih dihuni pemiliknya.
“Itu rumah biasa kok, rumah tinggal. Sekarang memang rusak, tapi masih ditempati pemiliknya,” katanya.
Dugaan Ledakan saat Merakit Mercon
Warga sekitar menduga ledakan terjadi saat korban merakit mercon jenis gas. Sejumlah warga menyebut aktivitas tersebut dilakukan sambil merokok.
“Model mercon gas kok dirakit sambil merokok, ya jelas meledak,” ujar salah satu warga.
Dugaan sementara, percikan api dari rokok menyambar bubuk mesiu dan memicu ledakan. Fitri menyebut anak-anak di sekitar lokasi memang pernah bermain mercon, meski tidak sering.
“Memang pernah ada anak-anak kecil main mercon, tapi jarang. Melihat kejadian ini, nanti kami akan memberikan imbauan kepada warga,” ujarnya.

Dua Korban Dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito
Dua remaja mengalami luka bakar di bagian tangan dan wajah. Salah satu korban diduga mengalami patah tulang pada tangan, namun kondisi medisnya masih menunggu keterangan resmi.
“Ada luka bakar, terus tangan patah. Tapi untuk kejelasannya belum pasti,” ungkap Fitri.
Kedua korban sempat dibawa ke rumah sakit terdekat sebelum dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito untuk penanganan lanjutan. Salah satu korban diketahui masih duduk di kelas 3 SMK dan merupakan cucu mantan dukuh setempat.
Polisi Amankan Barang Bukti
Fitri menyatakan belum mengetahui asal bahan mercon yang digunakan korban. Ia sempat melihat sisa bubuk mercon di lokasi sebelum diamankan petugas.
“Belum tahu sumber bahan racikan dari mana. Tapi tadi memang masih ada bubuknya di lokasi. Sekarang sudah dibawa polisi,” ujarnya.
Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sisa bahan peledak sebagai barang bukti. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan untuk memastikan kronologi kejadian.
Perangkat desa berencana memberikan imbauan kepada warga agar tidak meracik atau bermain mercon, terutama di dalam rumah dan kawasan padat penduduk. (Eln)











