bernasnews — SMK Marsudirini St. Fransiskus menyelenggarakan Perayaan Ekaristi Rabu Abu untuk mengawali masa prapaskah. Kegiatan ini diikuti oleh semua warga sekolah yang berlangsung di aula sekolah setempat, Jalan Wolter Monginsidi , Semarang, Jawa tengah, pada Rabu, 18 Pebruari2026.
Dalam kesempatan ini, para guru, karyawan, siswa-siswi menerima abu yang ditorehkan di dahi sebagai tanda awal masa prapaskah yang akan dijalani selama 40 hari kedepan, yaitu berpuasa dan berpantang bagi umat Kristiani.
Perayaan Ekaristi Rabu Abu dipersembahkan oleh Romo Agustinus Ariawan, Pr dari Gereja St. Ignatius Loyola Banjardowo berlangsung hikmat dan lancar.
Dalam homilinya, Romo Ariawan berpesan supaya kita sebagai sesama manusia harus senantiasa memperbanyak doa sekaligus mau berbela rasa, serta berbuat kasih terhadap sesame.
“Momentum ini adalah awal yang baik untuk saling mengampuni, kesempatan yang baik untuk melakukan pertobatan,” tuturnya.
Tak ketinggalan Romo Ariawan juga berpesan, bahwa kita harus konsisten dengan janji kita, terlebih dalam masa prapaskah ini untuk tidak perlu pamer kalau kita sedang menjalani puasa.
“Bersikaplah sewajarnya saja karena yang paling penting adalah tanggungjawab untuk diri kita sendiri,” tandasnya.
Usai Perayaan Ekaristi berakhir, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pembelajaran di kelas masing-masing. (zbd/ Mrs Natalia, Waka Humas SMK Marsudirini St. Fransiskus Semarang)












