News  

Pemerintah Kelurahan Prenggan Gelar Upacara Adat Nyadran 2026, Diawali Acara “Nyadran Pusaka Rasa”

Salah satu peserta dalam acara “Nyadran Pusaka Rasa”, yakni berupa Lomba Kreasi dan Inovasi Apem yang diikuti oleh ibu-ibu PKK dari 13 RW se-Kelurahan Prenggan. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Nyadran merupakan salah satu tradisi adat masyarakat Jawa yang dilaksanakan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, juga doa untuk para leluhur, serta permohonan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga.

Tradisi ini juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Ritual Nyadran biasanya dilakukan bulan Ruwah, bulan berdasarkan kalender Jawa sebelum masuk bulan Ramadhan, sehingga ada yang menyebutkan dengan Ruwahan atau juga Sadranan.

Dalam rangka melestarikan tradisi budaya tersebut, Pemerintah Kelurahan Prenggan menyelenggarakan Upacara Adat Nyadran, bertempat di halaman Masjid Al Barokah, RW 04 Kampung Tinalan, Kelurahan Prenggan, Kemantren Kotagede, Yogyakarta, pada Minggu, 15 Februari 2026.

Kegiatan diawali dengan acara “Nyadran Pusaka Rasa”, yakni berupa Lomba Kreasi dan Inovasi Apem yang diikuti oleh ibu-ibu PKK dari 13 RW se-Kelurahan Prenggan. Lomba ini menjadi wujud pengembangan tradisi kuliner khas Nyadran melalui sentuhan kreativitas dan inovasi.

Para peserta menampilkan beragam kreasi apem dengan bentuk yang unik dan menarik, tidak hanya dari segi tampilan dan penyajian, tetapi juga dari variasi rasa yang lezat dan menggugah selera.

“Hasil karya yang ditampilkan menunjukkan potensi besar masyarakat dalam mengembangkan warisan budaya secara kreatif dan adaptif,” kata Antonius Tri Wahyono, dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/2/2026).

Berikutnya rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Kirab Budaya, Umbul Donga, dan Kembul Bujana yang diikuti sekitar 200 peserta dari 13 RW se-Kelurahan Prenggan. “Kirab budaya berlangsung meriah dengan nuansa tradisional yang kental, mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan warga,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Prenggan, Titik Yudiarti S.IP dalam sambutannya mengemukakan, bahwa Upacara Adat Nyadran merupakan salah satu tradisi yang hingga kini tetap lestari di Kelurahan Prenggan, Kemantren Kotagede, Kota Yogyakarta.

Menurutnya, Kelurahan Prenggan sebagai kelurahan budaya di wilayah Kemantren Kotagede memiliki komitmen kuat untuk menjaga dan mengembangkan warisan adat istiadat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga diharapkan mampu memunculkan kreasi dan inovasi masyarakat.

“Kreasi dan inovasi salah satunya melalui Lomba Kreasi dan Inovasi Apem yang hasilnya dinilai sangat luar biasa dan penuh ide kreatif,” ujar Titik Yudiarti.

Acara Umbul Donga atau doa bersama untuk memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga Kelurahan Prenggan. Juga memohon kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang tinggal beberapa hari.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan Kembul Bujana atau makan bersama dengan penuh kebersamaan, menikmati hidangan nasi gurih, kolak, serta apem hasil karya para peserta lomba.

“Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menjadi penegas bahwa Nyadran bukan sekadar tradisi, melainkan wujud nyata silaturahmi dan harmoni masyarakat Kelurahan Prenggan,” pungkas Antonius Tri Wahyono. (*/ ted)

toto togel

situs togel

togel online

toto togel

situs slot

link togel

slot online

togel online

toto togel

situs togel

situs toto

toto togel

situs toto

kawijitu

situs toto

kawijitu

toto slot

situs toto

toto online

situs slot

situs toto

slot gacor

kawijitu