bernasnews – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026, suasana di Yogyakarta atau Jogja kembali terasa istimewa. Simak rekomendasi lokasi padusan di Jogja jelang puasa Ramadhan.
Kota yang dikenal sebagai Kota Budaya ini bukan hanya kaya akan seni dan tradisi, tetapi juga memiliki beragam ritual khas yang dijalankan masyarakat menjelang ibadah puasa. Salah satu tradisi yang paling dinantikan adalah padusan.
Tradisi ini masih terus dilestarikan oleh masyarakat hingga kini. Setiap tahun, sejumlah titik wisata air di Jogja dipadati warga yang ingin menjalankan padusan sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadan dengan hati dan tubuh yang bersih.
Makna Padusan dalam Tradisi Masyarakat Jogja
Padusan berasal dari kata bahasa Jawa “adus” yang berarti mandi. Secara sederhana, padusan dapat dimaknai sebagai ritual mandi besar sebelum memasuki bulan Ramadan. Namun, di balik praktiknya, tradisi ini memiliki nilai spiritual yang mendalam.
Pada awalnya, padusan dilakukan secara pribadi. Seseorang mandi atau berendam sambil merenungkan perjalanan hidupnya, mengevaluasi kesalahan masa lalu, serta memohon ampun kepada Tuhan. Tujuannya agar ketika memasuki Ramadan, ibadah dapat dijalankan dalam kondisi suci lahir dan batin.
Seiring waktu, praktik padusan mengalami pergeseran. Jika dahulu dilakukan secara lebih khusyuk dan individual, kini padusan sering dilakukan bersama keluarga, teman, bahkan komunitas. Meski begitu, esensi penyucian diri tetap menjadi ruh utama tradisi ini.
Biasanya, padusan dilaksanakan satu hingga beberapa hari sebelum 1 Ramadan. Masyarakat memilih sungai, mata air alami (umbul), hingga pantai sebagai lokasi ritual.
Lokasi Padusan di Jogja Jelang Puasa Ramadhan 2026
Menjelang Ramadan 2026, sejumlah lokasi wisata air di Yogyakarta diprediksi kembali menjadi tujuan favorit masyarakat. Berikut beberapa tempat yang populer untuk melaksanakan padusan.











