News  

Klitih Serang Warga di Canden Jetis Bantul: Polisi Ungkap Dua Tersangka dan Fakta Mengejutkan

Klitih di Canden/Foto: Istimewa

bernasnews– Aksi klitih kembali mengusik warga Bantul. Sekelompok remaja menyerang warga di wilayah Canden, Jetis, Bantul, pada dini hari dan memicu bentrokan berdarah.

Polisi akhirnya membongkar fakta mengejutkan. Para pelaku ternyata sudah mempersiapkan senjata tajam sebelum beraksi dan sengaja mencari sasaran secara acak.

Peristiwa ini tidak hanya menyisakan luka fisik bagi korban, tetapi juga mengungkap pola kekerasan terencana yang mengkhawatirkan.

Kronologi Klitih di Canden Jetis Bantul

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa kejadian bermula pada Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, korban Purwaka Nugraha (44), warga Gadungan Kepuh, Canden, Jetis, Bantul, duduk santai dan mengobrol bersama sejumlah warga di teras rumahnya.

Beberapa warga lain bahkan masih bermain PlayStation di lokasi yang sama. Tiba-tiba, sekelompok remaja datang dari arah timur dengan mengendarai sembilan sepeda motor jenis matik. Tanpa banyak bicara, mereka langsung berhenti dan mengayunkan celurit ke arah warga.

Korban yang juga menjabat sebagai Carik (Sekretaris Kalurahan) Canden langsung keluar pagar rumah bersama warga untuk memberikan perlawanan. Namun, pagar rumah membatasi gerak mereka sehingga bentrokan tidak berlangsung lama.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek di ujung jari manis tangan kanan dan lecet pada pergelangan tangan kiri. Sementara itu, rombongan pelaku segera melarikan diri ke arah barat.

Sebelum polisi mengungkap detail kasus ini, sebuah video beredar luas di media sosial. Akun Instagram @merapiuncover mengunggah rekaman yang menarasikan bentrokan antara warga dan rombongan yang diduga klitih di daerah Patalan, Jetis, sekitar pukul 03.16 WIB.

Unggahan itu menyebut rombongan menggunakan enam hingga tujuh motor, salah satunya motor PCX hitam. Polisi bergerak cepat dan mengamankan enam terduga pelaku. Namun, karena bukti awal belum cukup kuat, penyidik belum melakukan penahanan terhadap mereka.

Polisi Ungkap Fakta

Polisi tetap melanjutkan penyelidikan secara intensif. Seiring perkembangan kasus, polisi mengidentifikasi empat orang terduga dalam aksi klitih tersebut. Total, aparat mengamankan 10 anak baru gede (ABG) untuk pemeriksaan mendalam.

Kemudian, petugas mengamankan empat remaja berinisial FF (19), GPR (18), ERP (17), dan MAK (16). Keempatnya merupakan warga Pleret, Bantul.

Sementara enam remaja yang lebih dulu diamankan masing-masing berinisial MD (18), NA (17), RRA (17), dan JW (18), yang semuanya warga Pundong, serta TA (22) dan AMD (22), warga Kretek, Bantul.

Setelah menjalani pemeriksaan ulang terhadap seluruh terduga pelaku, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka, yaitu MD dan TA.

Iptu Rita Hidayanto menegaskan bahwa kelompok tersebut memang sudah mempersiapkan senjata tajam sebelum beraksi. Mereka tidak bertindak spontan.

“Motifnya mencari sasaran secara random (acak), untuk lain-lainnya masih dalam penyelidikan,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

MD terbukti membawa senjata tajam dan telah berusia dewasa. TA juga terbukti membawa celurit saat bentrokan terjadi. Polisi menyita total tujuh celurit dan satu stik golf sebagai barang bukti.

Fakta ini memperkuat dugaan bahwa aksi klitih di Canden bukan sekadar kenakalan remaja, melainkan tindakan yang sudah direncanakan untuk mencari gara-gara dan menyerang warga secara acak.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak lepas dari kejelian warga. Salah satu warga mencurigai seorang pelaku sebagai warga Pundong. Warga kemudian mendatangi rumah MD di Pundong, Bantul, dengan pendampingan Dukuh Potrobayan.

Saat warga menanyainya, MD akhirnya mengakui bahwa ikut dalam rombongan yang terlibat bentrokan di Canden. Di lokasi tersebut, warga juga mendapati sejumlah remaja lain yang sedang berkumpul.

Selanjutnya, warga membawa MD dan rombongannya ke Polsek Pundong untuk diamankan sebelum akhirnya diproses lebih lanjut oleh Polres Bantul.

Polres Bantul menegaskan komitmen untuk menindak tegas pelaku kekerasan jalanan, khususnya aksi klitih. Polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain serta motif lengkap di balik aksi tersebut.

Kasus klitih di Canden, Jetis, Bantul ini menjadi peringatan keras bahwa aksi kekerasan remaja dapat berkembang menjadi tindak pidana serius.

Aparat mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka. Silakan masyarakat segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan. (ef linangkung)

toto togel

situs togel

togel online

toto togel

situs slot

link togel

slot online

togel online

toto togel

situs togel

situs toto

toto togel

situs toto

kawijitu

situs toto

kawijitu

toto slot

situs toto

toto online

situs slot

situs toto

slot gacor

kawijitu

kawijitu