News  

Berenang di Bendungan Mrisi: 4 Bocah Terseret Pusaran Air, Satu Hilang Tenggelam

bernasnews– Suasana cerah pada Jumat siang berubah menjadi kepanikan ketika empat bocah terseret pusaran air saat berenang di Bendungan Mrisi, Dusun Glondong RT 02, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul.

Insiden laka air yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB itu menyebabkan satu anak hilang dan tenggelam, sementara dua lain berhasil warga selamatkan menggunakan bambu.

Peristiwa tragis ini terjadi ketika keempat bocah tersebut mandi dan berenang di aliran sungai sekitar bendungan. Tanpa mereka sadari, arus di bawah permukaan air membentuk pusaran kuat yang langsung menyeret tubuh mereka ke tengah aliran.

Awal Peristiwa Anak Tenggelam

Agus, penjaga pintu air Bendungan Mrisi, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca saat kejadian terpantau cerah. Namun, arus di sekitar pintu air tetap berbahaya meskipun debit air terlihat normal.

“Anak-anak itu mandi di sungai. Tiba-tiba mereka tidak kuat menahan arus pusaran air. Dua anak berhasil diselamatkan warga dengan bambu, tetapi satu anak terbawa arus,” ujar Agus saat ditemui di lokasi kejadian.

Warga sekitar yang mendengar teriakan minta tolong segera berlari menuju tepian sungai. Mereka bergerak cepat dan menggunakan bambu panjang untuk menjangkau korban yang masih berusaha bertahan. Upaya spontan itu berhasil menyelamatkan dua anak dari pusaran maut.

Namun nahas, satu anak bernama Bima (11) tidak berhasil dijangkau. Arus deras langsung menyeret tubuhnya ke pusaran yang lebih dalam hingga akhirnya hilang dari permukaan.

Korban bernama Bima, 11 tahun, warga setempat. Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus laka air yang melibatkan anak-anak di wilayah perairan terbuka tanpa pengawasan.

Kejadian ini dikategorikan sebagai laka air dengan penyebab utama korban mandi di sungai dan tidak mampu melawan arus pusaran air. Insiden tersebut mengakibatkan satu korban meninggal dunia karena tenggelam.

Pencarian Intensif Korban Tenggelam di Bendungan Mrisi

Setelah menerima laporan warga, tim gabungan segera turun ke lokasi. Personel dari BPBD Bantul dan Kota Yogyakarta, PMI Bantul, Polsek Kasihan, Tagana, potensi relawan, serta warga setempat langsung melakukan pencarian.

Tim menyisir aliran sungai dan area sekitar bendungan untuk menemukan korban yang hilang. Mereka mengerahkan peralatan pencarian air dan membagi tim ke beberapa titik strategis guna mempercepat proses evakuasi.

Petugas mengimbau warga untuk tidak mendekat ke area pusaran demi menghindari risiko tambahan. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih berlangsung dan situasi di lokasi dinyatakan terkondisi.

Bendungan Mrisi di wilayah Tirtonirmolo memang sering menjadi lokasi warga beraktivitas di sekitar sungai. Namun, arus bawah dan pusaran air di sekitar pintu air kerap berubah secara tiba-tiba, terutama di area dengan perbedaan kedalaman.

Pusaran air terbentuk ketika arus deras bertemu dengan struktur bendungan atau perbedaan kontur dasar sungai. Kondisi ini menciptakan tekanan ke bawah yang mampu menarik tubuh ke dalam, bahkan bagi orang dewasa sekalipun.

Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat berada di sekitar sungai dan bendungan. Warga diimbau untuk melarang anak-anak berenang di area berbahaya, terutama di sekitar pintu air dan pusaran.

Petugas juga meminta masyarakat segera melapor jika melihat aktivitas berisiko di sekitar bendungan guna mencegah kejadian serupa terulang. (ef linangkung)

toto togel

situs togel

togel online

toto togel

situs slot

link togel

slot online

togel online

toto togel

situs togel

situs toto

toto togel

situs toto

kawijitu

situs toto

kawijitu

toto slot

situs toto

toto online

situs slot

situs toto

slot gacor

kawijitu

kawijitu

kawijitu

slot gacor