bernasnews– Nasib tragis menimpa seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bocah berinisial RP, pelajar asal Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Ngawen, meninggal dunia.
Anak itu tenggelam di Sungai Oya, tepatnya di Kedung Sobanlah, Padukuhan Grogol, Kalurahan Bulurejo, Kapanewon Semin, pada Sabtu (24/01/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Peristiwa memilukan itu bermula dari kegiatan sederhana yang awalnya berjalan normal. RP bersama sembilan orang temannya menghabiskan waktu dengan naik ke kawasan perbukitan di sekitar Sungai Oya.
Anak-anak tersebut kemudian turun ke sungai dengan tujuan mencuci sepatu setelah beraktivitas di alam terbuka. Namun, mereka mendadak panik dalam hitungan detik.
Kapolsek Semin, AKP Wasdiyanto, menjelaskan bahwa korban secara tiba-tiba menjeburkan diri ke sungai. Padahal, korban tidak memiliki kemampuan berenang.
“Korban saat itu sudah diperingatkan oleh temannya bahwa sungai tersebut dalam, tetapi korban tidak mengindahkan peringatan itu,” ujar AKP Wasdiyanto saat dikonfirmasi awak media.
Begitu tubuh RP masuk ke dalam air, arus Sungai Oya yang cukup kuat langsung menyeret korban. RP sempat panik dan berusaha mengapung, tapi tubuhnya perlahan tenggelam dan hanyut ke bagian sungai yang lebih dalam.
Melihat RP kesulitan, teman-temannya langsung berusaha menolong. Mereka membentuk barisan dengan berpegangan tangan dari tepi sungai untuk meraih tubuh korban.
Upaya tersebut sempat membuahkan hasil. Salah satu teman korban berhasil meraih tubuh RP. Namun, dalam kondisi panik dan kehabisan tenaga, korban justru menendang temannya. Tendangan itu membuat pegangan terlepas.
Dalam sekejap, tubuh RP kembali tenggelam dan hanyut ke tengah sungai, meninggalkan jeritan histeris teman-temannya di tepi Sungai Oya.
Tidak mampu menolong lebih lanjut, para saksi kemudian berlari mencari bantuan warga sekitar. Warga bersama saksi langsung melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai. Sekitar 30 menit kemudian, warga berhasil menemukan tubuh RP sekitar 10 meter dari lokasi awal korban tenggelam.
“Korban ditemukan dalam kondisi lemas dan sudah tidak bernapas,” ungkap AKP Wasdiyanto.
Warga segera mengevakuasi korban dan membawanya ke Puskesmas Semin 1 untuk mendapatkan penanganan medis.
Tim medis Puskesmas Semin 1 melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban. Namun, nyawa RP tidak tertolong.
“Hasil pemeriksaan luar oleh tim medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Korban meninggal dunia murni akibat tenggelam,” imbuh Kapolsek Semin.
Anak yang tenggelam di Sungai Oya ini menjadi peringatan keras bagi orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di alam terbuka. Sungai dapat menyimpan arus berbahaya, terlebih bagi anak-anak yang tidak bisa berenang. (ef linangkung)












