News  

Anak Tenggelam di Bendungan Mrisi Sungai Winongo Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi Ungkap Kronologi Lengkap

Pencarian Anak Tenggelam di Bendungan Mrisi/Foto: Istimewa

bernasnews– Peristiwa tragis menggemparkan Bantul setelah seorang anak hilang dan tenggelam di Bendungan Mrisi Sungai Winongo. Setelah pencarian intensif selama kurang lebih dua jam, tim gabungan akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.

Polisi memastikan korban meninggal akibat tenggelam murni tanpa adanya tanda-tanda kekerasan. Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto menyampaikan kronologi lengkap kejadian berdasarkan keterangan para saksi di lokasi.

Lokasi Kejadian

Peristiwa orang meninggal dunia karena tenggelam tersebut terjadi pada Jumat, 13 Februari 2026 sekitar pukul 13.30 WIB. Kejadian berlangsung di Bendungan Sungai Winongo, Dusun Glondong, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul.

Saat itu, suasana sungai terlihat cukup deras setelah wilayah tersebut diguyur hujan pada hari-hari sebelumnya. Arus air di sekitar dam terpantau kuat dan berbahaya, terutama bagi anak-anak.

Polisi mencatat tiga anak yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

  • RP, warga Bantul, lahir 14 Agustus 2015, pelajar kelas 4 SD Sawit, berdomisili di Panggungharjo, Sewon, Bantul (selamat)
  • E, pelajar (selamat)
  • Bima Satriya Fridiyanto, lahir di Bantul 16 Maret 2013, pelajar kelas 6 SD, beralamat di Kweni RT 05, domisili Panggungharjo, Sewon, Bantul (meninggal dunia)

Korban meninggal dunia masih duduk di bangku sekolah dasar dan merupakan warga setempat.

Kronologi Lengkap Anak Tenggelam di Bendungan Mrisi menurut Polisi

Iptu Rita Hidayanto menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika sekelompok anak selesai melaksanakan salat Jumat. Sekitar pukul 13.30 WIB, saksi kedua, Zidan (12), bersama kurang lebih 10 temannya bermain di sekitar Sungai Winongo.

Empat anak bermain di bagian sungai yang lebih kecil, sedangkan enam lainnya bermain di sungai besar di sisi dam. Tiga korban kemudian berjalan menuju area dam. Saat mereka mendekat, arus sungai yang deras langsung menyeret tubuh ketiganya.

Saksi mendengar ketiga anak tersebut berteriak meminta tolong karena tidak mampu melawan kuatnya arus. Arus air dengan cepat menyeret mereka ke bagian tengah dam.

Bandi (51), warga Kweni RT 07 Panggungharjo yang berada tidak jauh dari lokasi, mendengar teriakan minta tolong. Ia segera berlari menuju sumber suara dan melihat tiga anak bersama dua anak lainnya dalam kondisi tenggelam.

Tanpa ragu, Bandi langsung menceburkan diri dan berhasil menyelamatkan dua korban. Namun satu korban, Bima Satriya Fridiyanto, sudah terlanjur terbawa arus hingga ke tengah bendungan dan menghilang dari permukaan air.

Petugas dari BPBD Kasihan dan PMI Bantul langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan warga. Tim gabungan melakukan penyisiran di sekitar bendungan dengan peralatan sederhana dan teknik pencarian manual.

Selama kurang lebih dua jam, tim menyisir area sekitar dam dan aliran sungai. Akhirnya petugas menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia.

“Petugas kemudian mengevakuasi jenazah dan menyerahkannya kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.

Hasil Pemeriksaan Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Tim Inafis Polres Bantul yang dipimpin Aiptu Purwanto bersama dokter Puskesmas 2, dr. Triatmi Dyah Wayuningsih, M.Sc, melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban.

Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa tim tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Tim memastikan korban meninggal dunia murni akibat tenggelam.

Melalui Kasi Humas Iptu Rita Hidayanto, kepolisian mengimbau para orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak, terutama saat bermain di area sungai atau bendungan yang memiliki arus deras.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa Sungai Winongo, khususnya di area dam, memiliki arus yang tidak bisa dianggap remeh. Tanpa pengawasan dan kewaspadaan, risiko kecelakaan dapat terjadi kapan saja.

Tragedi di Bendungan Mrisi Sungai Winongo ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar. Kejadian ini sekaligus menjadi peringatan penting agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan demi mencegah kejadian serupa terulang kembali. (ef linangkung)

toto togel

situs togel

togel online

toto togel

situs slot

link togel

slot online

togel online

toto togel

situs togel

situs toto

toto togel

situs toto

kawijitu

situs toto

kawijitu

toto slot

situs toto

toto online

situs slot

situs toto

slot gacor

kawijitu

kawijitu

kawijitu

slot gacor