bernasnews – Lahirnya Pers pada 9 Februari 1946 lalu pada waktu itu sebagai salah satu alat perjuangan yang pada masa sekarang esensinya adalah sebagai alat untuk menumbuhkan rasa nasionalisme terhadap bangsa dan negara.
Wartawan sebagai insan pers merupakan Seniman Tinta yang membuat berita yang tulisannya bisa dipahami dan diterima, itu tidak mudah, hanya Seniman tinta lah yang bisa.
Kontribusi Pers sebagai alat perjuangan pada masa perjuangan dulu, sekarang merupakan alat untuk mempersatukan perbedaan dan pendapat yang berbeda, Hal tersebut disampaikan oleh Danang Maharsa Wakil Bupati Sleman pada Sobat Media dalam rangka peringatan HUT HPN Sleman, Selasa (10/2/2026) di sebuah Resto yang berada di wilayah Sleman utara.
“Mudah – mudahan Pers dalam menyajikan berita itu obyektif, transparan dan bisa jadi penyeimbang antara pemerintah dan Media. Dan peringatan hari Pers harus tetap diperingati walaupun sederhana karena Pers punya sejarah, sehingga kedepan mempunyai pemikiran yang sama bahwa Pers itu alat pemersatu NKRI dari ganguan dan ancaman apapun”, ujar Danang.
Danang melanjutkan bahwa Pers merupakan organisasi, dan organisasi yang berdiri di negara ini harus punya manfaat untuk negara sehingga bisa berumur panjang. Sebagai alat pemersatu, kesatuan dan persatuan, silahturahmi harus tetap dijaga yang diharapkan kedepan selalu ada komunikasi dan kerjasama yang baik karena tanpa bantuan Pers informasi terkait dengan pembangunan atau apapun tidak bisa cepat tersampaikan ke publik/ masyarakat, karena masyarakat tahu informasi nya dari Pers.
“Tapi yang penting berita yang ditulis seimbang, riil dan nyata tidak menimbulkan opini yang berbeda diantara kita. Kita juga harus paham mengapa Pers harus dipertahankan sampai saat ini, karena pers merupakan bagian dari organisasi yang dibutuhkan oleh negara. Seperti kata mutiara Bung Karno bahwa “Tulislah perkataan saya dengan tinta hitam atau putih agar sejarah itu terkait dengan rasa persatuan dan kesatuan bangsa”, artinya bahwa sampai sekarang Pers merupakan alat perjuangan”, pungkas Danang. (Nun)











