bernasnews – Sejumlah 68 perwakilan media baik media cetak, online maupun elektronik yang tergabung dalam Paguyuban Wartawan Sleman menggelar peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026, bertempat di sebuah resto di Wilayah Sleman Utara, pada Selasa (10/2/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, Kepala Dinas Kominfo beserta jajarannya dan Pimpinan OPD – OPD terkait di Kabupaten Sleman. Kegiatan peringatan HPN 2026, selain seremonial pemotongan tumpeng juga diisi dengan outbound dan ramah tamah.
Untuk diketahui Paguyuban Wartawan Sleman yang kemudian disebut “Sobat Media Sleman” merupakan para wartawan yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman, dalam koordinasi bersama Dinas Kominfo Sleman.
Kepala Dinas Kominfo Sleman Budi dalam sambutannya mengemukakan, bahwa peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Kabupaten Sleman bertema “Terkoneksi dan Kolaborasi”. Hal ini sebagai titik awal persahabatan dan kolaborasi kerja sama Sobat Media Sleman dengan Pemkab Sleman.
Menurut Budi, persahabatan lahir batin yang membawa keberkahan dan kebaikan. Kebaikan untuk Pemkab Sleman dan keberkahan bagi Sobat Media. “Kami berharap mudah – mudahan Sobat Media bisa menyebarkan kebaikan yang dilakukan oleh Pemkab Sleman sehingga aktivitas di Sleman tersampaikan ke masyarakat,” harapnya.
“Untuk hal – hal yang kurang baik dan tidak sesuai dengan fakta tidak perlu disampaikan ke masyarakat. Semoga kolaborasi Pemkab Sleman dengan Sobat Media Sleman semakin membawa kebaikan dan kesejahteraan bagi masyarakat Sleman,” lanjut Budi.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan, bahwa ini merupakan awal berkolaborasi untuk membangun Sleman bersama Sobat Media Sleman demi kemajuan masyarakat, sehingga akan mempercepat dan memperluas pembangunan dan bisa merasakan kehadiran pers dalam rangka membangun Indonesia, khususnya Kabupaten Sleman.
“Dengan tema HPN Sleman sekarang ini, saya berkeinginan terkoneksi dan kolaborasi dengan Sobat Media Sleman yang harus bisa mendefinisikan dengan baik, terkait adanya beberapa undang-undang pers atau pemerintah agar kita bisa berkolaborasi dengan baik,” ujar Harda.
“Pasalnya kita terkadang salah dalam melangkah, baik pemerintah maupun media sendiri. Sehingga berharap hal ini tidak perlu terjadi. Ayo kita seduluran sing ikhlas neng ati, agar garis paseduluran ini membawa berkah bagi kita semua dengan saling membantu dan mengisi,” tambahnya.
Harda juga mengungkapkan agar menyingkirkan semua kepentingan yang mengganggu, dengan berkomunikasi dengan hati. Juga agama harus dipegang dalam kehidupan sehari-hari lantaran agama adalah filter di setiap langkah kita.
“Ayo kita pahami dengan kafah berkaitan dengan aturan – aturan yang ada, baik di jajaran pemerintahan dan dari sobat media agar bisa klop. Berita – berita yang ditulis betul – betul manfaat untuk masyarakat memahami kemudian mengimplementasikan dalam membangun wilayah sehingga kolaborasi kerja sama antara masyarakat dengan pemerintah dan stakeholder bisa berjalan dengan baik,” kata Harda.
Pada kesempatan itu, Bupati Harda juga mengajak Sobat Media Sleman menjadi sedulur sak lawase. Ia pun berjanji akan membangun Media Center dan tidak akan ngeblok atau tidak membedakan sobat media atau wartawan Sleman, semuanya sama.
Sebab sobat media, menurut Harda merupakan corongnya pemerintah yang menyampaikan kebijakan dan program – progam pemerintah untuk kepentingan masyarakat berdasar niat yang sama antara sobat media dan Pemkab Sleman yang dekat dengan Tuhan maka semuanya akan dimudahkan.
“Saya hanya ingin memperbaiki Pemerintahan Kabupaten Sleman. Dan ini terbukti pada tahun pertama ini kita bisa menjadikan Sleman terbaik meraih juara satu dalam hal penataan pegawai serta juara dua dalam hal pelayanan,” pungkas Harda Kiswaya. (nun)












