bernasnews– Aksi penjambretan beruntun dari seorang pemuda di Kota Yogyakarta akhirnya terhenti di tangan warga.Pelaku berinisial W (38) alias Koko tertangkap.
Ia mencoba melarikan diri usai menjambret handphone milik korban di Jalan Menteri Supeno, Kecamatan Umbulharjo, Selasa (10/2/2026).
Pelaku ternyata tidak hanya sekali beraksi. Kepolisian mengungkapkan bahwa W sudah melakukan dua kali penjambretan dalam waktu yang sangat singkat, bahkan sempat mengganti baju untuk mengelabui warga sebelum kembali beraksi.
Penjambretan HP
Kapolsek Umbulharjo, AKP Hellga Dimas Prakosa, menjelaskan bahwa aksi penjambretan pertama terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di wilayah Tahunan, Umbulharjo.
Dalam aksi tersebut, pelaku menjalankan modus yang sama seperti kejadian berikutnya. Pelaku mengendarai sepeda motor, lalu memepet kendaraan korban dari samping. Setelah menemukan celah, pelaku langsung mengambil handphone korban di dashboard motor.
“Pelaku menjalankan aksinya dengan cepat dan terencana. Pada kejadian pertama, pelaku berhasil melarikan diri,” ujar AKP Hellga kepada awak media.
Keberhasilan kabur pada aksi pertama membuat pelaku semakin berani melanjutkan aksinya.
Setelah melakukan penjambretan HP itu, pelaku tidak langsung pulang. Pelaku justru berhenti sejenak dan mengganti pakaian sebelum kembali beraksi di lokasi berbeda.
AKP Hellga menyebut pelaku sengaja mengganti baju karena merasa wajah dan ciri-cirinya sudah mulai diingat oleh warga sekitar.
“Dari kejadian pertama ke kejadian kedua, pelaku ini sempat mengganti bajunya. Pelaku kemungkinan merasa sudah dihafal oleh warga, sehingga dia mengganti pakaian untuk mengelabui,” jelasnya.
Aksi penjambretan HP kedua terjadi tidak lama kemudian. Kali ini, pelaku memepet sepeda motor korban berinisial E. Tanpa ragu, pelaku kembali mengambil ponsel korban di dashboard motor. Setelah pelaku membawa kabur ponsel tersebut, korban langsung menyadari perbuatannya dan spontan melakukan pengejaran.
“Setelah diambil oleh pelaku, korban langsung mengejar. Korban tidak terima karena merasa dirugikan,” kata Kapolsek.
Pengejaran antara korban dan pelaku berlangsung dramatis di tengah jalan. Korban mengejar pelaku sejauh sekitar 100 meter sambil berusaha menghentikan laju motor pelaku. Dalam kondisi emosi dan kehilangan, korban akhirnya nekat menabrakkan sepeda motornya ke motor pelaku.
“Korban menabrakkan motornya ke motor pelaku hingga pelaku terjatuh,” ungkap AKP Hellga.
Pelaku Sempat Kabur, Warga Bertindak Cepat
Meski terjatuh, pelaku masih berusaha melarikan diri dengan berlari meninggalkan sepeda motornya. Namun, upaya kabur itu tidak berlangsung lama.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung bertindak. Mereka mengejar dan berhasil menangkap pelaku sebelum pelaku meloloskan diri lebih jauh.
“Pelaku sempat berlari, namun warga berhasil mengamankan pelaku,” tambah Kapolsek.
Setelah tertangkap, warga menyerahkan pelaku kepada pihak kepolisian. Polisi kemudian mengamankan pelaku beserta barang bukti untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya aksi penjambretan lain dari pelaku di wilayah Kota Yogyakarta.
AKP Hellga juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama tidak meletakkan barang berharga seperti handphone di dashboard sepeda motor karena sangat rawan menjadi sasaran kejahatan.
“Pelaku memanfaatkan kelengahan korban. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara,” tegasnya.
Aksi nekat pelaku yang berakhir dengan pengejaran dan penangkapan ini menjadi pelajaran bahwa kejahatan, sekecil apa pun, pada akhirnya akan terungkap dan berujung pada jerat hukum. (ef linangkung)











