bernasnews — Gempa bumi berkekuatan 6,5 magnitudo mengguncang wilayah selatan Pulau Jawa pada Jumat, 6 Februari 2026 dini hari.
Gempa yang berpusat di selatan Pacitan, Jawa Timur, tersebut menimbulkan dampak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupa kerusakan bangunan serta korban luka yang harus mendapatkan perawatan medis.
Berdasarkan data BMKG, gempa terjadi pada pukul 01.06 WIB dengan koordinat 8,98 Lintang Selatan dan 111,17 Bujur Timur.
Pusat gempa berada sekitar 89 kilometer selatan Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. Kedalaman yang relatif dangkal membuat getaran terasa kuat hingga wilayah Bantul dan sekitarnya.
Kerusakan Bangunan di Empat Kapanewon
Guncangan gempa yang terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap tidur memicu kepanikan.
Warga di sejumlah wilayah Bantul mengaku terbangun akibat getaran kuat yang disertai suara gemuruh, lalu bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Berdasarkan Situation Report (SITREP) Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Bantul hingga pembaruan laporan pukul 03.45 WIB, tercatat empat titik kerusakan bangunan di wilayah Kabupaten Bantul.
Kerusakan tersebut meliputi tiga unit rumah warga dan satu bangunan tempat ibadah.
Lokasi kerusakan tersebar di empat kapanewon, yakni Kapanewon Imogiri satu titik, Kapanewon Jetis satu titik, Kapanewon Pundong satu titik, dan Kapanewon Kasihan satu titik.
Petugas BPBD Bantul segera melakukan asesmen awal untuk memastikan tingkat kerusakan serta kondisi keselamatan warga terdampak.
Tujuh Warga Luka Dilarikan ke Rumah Sakit
Selain kerusakan bangunan, gempa juga mengakibatkan tujuh warga mengalami luka-luka.
Cedera dialami korban akibat tertimpa material bangunan serta kepanikan saat berusaha menyelamatkan diri.
BPBD Bantul mencatat tiga korban dirujuk ke RSU PKU Muhammadiyah Bantul dan tiga korban lainnya dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati.
Satu korban mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan lainnya. Seluruh korban langsung mendapatkan perawatan oleh petugas medis.
Penanganan Darurat dan Pemantauan Lanjutan
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, menyampaikan bahwa BPBD Bantul segera mengerahkan personel sejak gempa terjadi.
“BPBD Bantul langsung mengerahkan personel untuk melakukan asesmen di lokasi terdampak, memberikan penanganan medis kepada korban, serta memantau potensi gempa susulan,” ujar Antoni.
Selain asesmen kerusakan dan penanganan korban, BPBD Bantul juga melakukan pemantauan pasang surut air laut.
Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi dampak lanjutan, mengingat pusat gempa berada di wilayah laut selatan.
Pendataan Masih Berlangsung
BPBD Bantul menegaskan bahwa data kerusakan dan korban yang disampaikan masih bersifat sementara.
Proses pendataan di lapangan masih terus dilakukan dan jumlah kerusakan maupun korban berpotensi berubah seiring pembaruan laporan.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan, serta mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang terkait perkembangan situasi pascagempa. (Eln)












