bernasnews – Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali merasakan guncangan gempa bumi pada Selasa siang, 27 Januari 2026. Peristiwa ini menambah daftar aktivitas seismik yang cukup terasa oleh masyarakat dalam beberapa waktu terakhir, khususnya di wilayah selatan Pulau Jawa.
Gempa terbaru tersebut terjadi sekitar pukul 13.15 WIB dan sempat membuat warga di sejumlah daerah Jogja dan sekitarnya waspada. Meski tidak menimbulkan tsunami, guncangan ini menjadi pengingat bahwa wilayah DIY berada di zona rawan gempa.
Gempa Magnitudo 4,4 Guncang Wilayah Gunungkidul
Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa yang terjadi pada siang hari ini memiliki magnitudo 4,4. Lokasi pusat gempa berada sekitar 14 kilometer dari Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Waktu kejadian tercatat tepat pada pukul 13.15 WIB. Meski kekuatannya tergolong menengah, getaran gempa dirasakan oleh sebagian masyarakat, terutama yang berada di wilayah selatan Jogja dan kawasan pesisir.
BMKG memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami, sehingga masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.
Pagi Hari, Gempa Lebih Kuat Terjadi di Sekitar Pacitan
Sebelum gempa siang mengguncang Jogja, aktivitas seismik juga tercatat terjadi pada pagi hari di wilayah lain yang masih berdekatan secara tektonik. Gempa tersebut terjadi pada pukul 08.20.44 WIB dengan kekuatan magnitudo 5,5.
Menurut BMKG, pusat gempa pagi hari berada di 25 kilometer timur laut Pacitan, Jawa Timur. Gempa ini terjadi pada kedalaman 105 kilometer, yang tergolong sebagai gempa menengah hingga dalam.
Adapun titik koordinat gempa tercatat di 8,14 Lintang Selatan (LS) dan 111,33 Bujur Timur (BT). Sama seperti gempa siang di Jogja, gempa Pacitan ini juga tidak berpotensi tsunami.
BMKG mencatat bahwa dalam sepekan terakhir, aktivitas gempa bumi di wilayah Indonesia tergolong cukup aktif. Tercatat sebanyak 22 kejadian gempa signifikan yang dirasakan oleh masyarakat, dengan variasi magnitudo dan kedalaman yang berbeda-beda.
Fenomena ini tidak lepas dari kondisi geografis Indonesia yang berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik utama dunia, seperti Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Wilayah selatan Jawa, termasuk DIY dan Jawa Timur, memang dikenal sebagai zona rawan gempa karena berdekatan dengan jalur subduksi.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat Jogja dan Sekitarnya
Menanggapi rentetan gempa yang terjadi, BMKG mengimbau masyarakat agar:
- Tetap tenang dan tidak panik
- Menghindari bangunan yang retak atau berpotensi roboh
- Selalu memantau informasi resmi BMKG
- Tidak menyebarkan kabar atau isu yang belum jelas kebenarannya
Masyarakat juga disarankan untuk memahami langkah-langkah mitigasi gempa sebagai bentuk kesiapsiagaan, mengingat aktivitas seismik di Indonesia dapat terjadi sewaktu-waktu.
Peristiwa Gempa 27 Januari 2026 siang di Jogja dengan magnitudo 4,4 menjadi bagian dari rangkaian aktivitas gempa yang terjadi di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Meski tidak berpotensi tsunami, kejadian ini kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa.
Dengan terus mengikuti informasi dari BMKG dan meningkatkan kesiapsiagaan, risiko dampak gempa dapat diminimalkan. (anp)











