bernasnews — Pengurus KONI Kota Yogyakarta harus sibuk dengan mengurus dan menyiapkan prestasi olahraga, bukan sibuk dalam kepengurusan organisasi. Indikator keberhasilan pengurus KONI yang baru adalah prestasi olahraga Kota Yogyakarta yang meningkat.
Misalnya dalam ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY, peringkat prestasi olahraga Kota Yogyakarta bisa naik dibandingkan sebelumnya.
Demikian dikemukakan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo dalam sambutannya usai pelantikan pengurus KONI Kota Yogyakarta, di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (4/2/2026).
Untuk diketahui sejumlah 50 pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Yogyakarta masa bakti 2026-2030 dilantik secara resmi oleh Ketua KONI DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Sri Paduka Paku Alam X.
Wali Kota Yogyakarta akan menilai pengurus KONI yang baru ini berprestasi atau tidak, kalau kejuaraan di Porda itu bisa naik kelas. Kalau kemarin juara tiga, besok di Porda 2027 harus juara minimal dua. “Itu sebagai indikator keberhasilan pengurus KONI yang baru. Konsentrasi penuh pada substansi yaitu prestasi,” tegas Hasto Wardoyo, dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.
Ia menekankan, pengurus KONI Kota Yogyakarta agar tidak membawa kepentingan pribadi maupun kelompok. Dicontohkan dalam pemilihan atlet yang akan maju bertanding dalam ajang olahraga mewakili Kota Yogyakarta harus berdasarkan prestasi-prestasi dan profesionalisme atlet.
Menurut Hasto, hal itu penting untuk mendapatkan atlet yang terbaik. Bukan berdasarkan atlet titipan kepentingan pribadi maupun klub.
Hasto juga mengingatkan pengurus KONI Kota Yogyakarta untuk menjaga akuntabilitas dalam penggunaan anggaran atau keuangan karena kadang anggaran yang dikelola tidak sedikit. Pengelolaan keuangan harus tertib dan sesuai perencanaan.
“Selain itu untuk menyejahterakan atlet dengan pembayaran kepada atlet dengan tidak terlambat. Misalnya, disediakannya anggaran untuk latihan,” harap orang nomor satu di Pemkot Yogyakarta.
Pada bagian lain, Ketua KONI DIY KGPAA Paku Alam X menyampaikan selamat bekerja dan mengabdi kepada pengurus baru KONI Kota Yogyakarta 2025-2030. Ia berharap pengurus dapat menjalankan amanah dan menjaga sportivitas dengan penuh integritas.
Sri Paduka juga mengajak pengurus KONI Kota/Kabupaten untuk meningkatkan prestasi olahraga di daerah masing-masing. Termasuk menyukseskan Porda DIY dan menyongsong Pekan Olahraga Nasional.
“Saya kira seluruh pengurus KONI, baik kota maupun kabupaten lain mempunyai hak dan kewajiban yang sama mensukseskan pekan olahraga daerah yang pada akhirnya tujuannya adalah prestasi Daerah Istimewa Yogyakarta. Organisasi itu memang sulit, tapi yang lebih sulit adalah bagaimana membina atlet-atlet kita agar bisa berprestasi,” tutur Paku Alam X.
Dalam sambutannya, Ketua KONI Kota Yogyakarta masa bakti 2026-2030, Dedi Budiono mengungkapkan, bahwa pelantian adalah awal dan amanah untuk berkontribusi semaksimal mungkin bagi kemajuan prestasi olahraga Kota Yogyakarta.
Menurut Dedi, tantangan pengurus ke depan ini semakin berat mengingat persaingan cabang olahraga antar daerah semakin kompetitif. Oleh sebab itu harus disiapkan dengan matang sehingga pengurus KONI Kota Yogyakarta harus melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik dan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel. Selain itu berkolaborasi melibatkan seluruh potensi baik pemerintah maupun masyarakat.
“Tentu apa yang menjadi harapan Pak Wali, bahwa Kota Yogyakarta mampu menampilkan prestasi yang unggul di tingkat DIY dan nasional, harus diterjemahkan ke dalam langkah-langkah konkret,” ujarnya.
Pihaknya akan melaksanakan musyawarah kerja untuk menyusun program-program prioritas menuju prestasi. Dalam program, Dedi akan membentuk kepengurusan bidang masing-masing yang nanti ada pembinaan prestasi, pendidikan, pembinaan karakter dan disiplin.
“Kemudian penyelenggara event dan kejuaraan. Itu kita harapkan menjadi penyokong utama untuk membangun prestasi di Kota Yogyakarta,” jelas Dedi Budiono. (*/ ted)












