Pebalap Muda Veda dan Mario Dapat Pesan Khusus dari Sultan, Jelang Tampil di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Pembalap kebanggaan Indonesia Veda Ega Pratama dan Mario Surya Aji saat acara Meet & Greet di Monumen SO 1 Maret. (Foto: Tangkapan Layar)

bernasnews — Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan pesan khusus kepada pebalap muda kebanggaan Indonesia Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, jelang tampil di hadapan publik sendiri pada Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Pesan agar tidak kalah oleh rasa takut sebelum bertanding disampaikan Sri Sultan HB X saat menerima Veda dan Mario, di Keraton Kilen Yogyakarta, Minggu malam (19/7/2026).

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai bagian dari rangkaian persiapan kedua pembalap menjelang event Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, yang akan digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 9–11 Oktober 2026 mendatang.

Dalam pertemuan tersebut Sri Sultan HB X didampingi oleh GKR Mangkubumi dan KPH Yudanegara. Juga hadir Plt. Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Ahmad Fajar, Komisaris Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) RM Gustilantika Marrel Suryokusumo, serta Direktur Utama MGPA Ananda Mikola.

Sri Sultan HB X menegaskan, bahwa seorang atlet harus memiliki tekad kuat untuk menghadapi setiap tantangan. Menurutnya, keraguan dan rasa takut justru dapat menjadi hambatan terbesar sebelum pertandingan dimulai.

“Jangan karena sudah pilihannya menjadi pembalap lalu mengatakan, ‘Wah itu susah, itu berat, tidak bisa.’ Ya sudah, kalah sebelum bertanding. Yang penting bagaimana punya motivasi untuk bertahan dan memenangkan setiap pertandingan,” tutur Sri Sultan HB X, dikutip dari jogjaprov.go.id

Dikatakan Sri Sultan HB X, persaingan di level internasional tidak perlu dihadapi dengan rasa minder. Setiap pebalap memiliki peluang yang sama untuk meraih hasil terbaik, termasuk ketika berhadapan dengan para juara dunia.

“Kenapa kita harus berhati kecil? Tidak. Risikonya sama. Siapa yang akan juara juga bisa bergantian. Jadi kita harus fight. Motivasi untuk fight itu ada pada dirinya sendiri. Kami hanya mendukung,” ujar Raja Keraton Yogyakarta.

Lebih lanjut Sri Sultan HB X menambahkan, keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan fisik, tetapi juga oleh kesiapan mental dalam menghadapi tekanan kompetisi. Karena itu, Sultan berharap Veda dan Mario terus menjaga semangat berlatih serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk berkembang.

Sementara bagi Veda, pertemuan dengan Sri Sultan HB X menjadi motivasi tambahan menjelang lanjutan musim balap dunia. Pebalap asal Gunungkidul itu mengaku bangga mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Sri Sultan dan menerima doa restu sebelum kembali menjalani agenda balap internasional.

“Senang dan bangga bisa diberi kesempatan bertemu dengan Pak Gubernur malam ini. Terima kasih atas dukungannya selama ini. Kami akan memaksimalkan persiapan dan semoga hasilnya baik,” kata Veda.

Veda mengungkapkan dirinya akan terus meningkatkan intensitas latihan dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi balapan di Mandalika. Tampil di hadapan publik Indonesia, menurutnya, menjadi motivasi tersendiri untuk memberikan hasil terbaik.

Pada bagian lain, Ahmad Fajar mengemukakan, kunjungan ke Keraton Kilen dilakukan untuk mengantarkan Veda dan Mario memohon doa restu kepada Sri Sultan HB X sebelum menghadapi lanjutan musim balap dunia dan GP Mandalika 2026.

Menurut Fajar, capaian kedua pembalap yang kini berkompetisi di Moto3 dan Moto2 merupakan kebanggaan bagi Indonesia.

“Kami sowan kepada Ngarso Dalem untuk memohon doa restu dan berkah. Veda dan Mario merupakan kebanggaan Indonesia karena mampu bersaing di Moto3 dan Moto2. Kami berharap kehadiran mereka dapat menginspirasi lahirnya lebih banyak pebalap muda yang mampu membawa nama Indonesia ke tingkat dunia,” ujarnya. (*/ ted)