News  

Mbah Sarno Meninggal Dunia saat Mencangkul Sawah di Wanujoyo Srimartani, Dedikasi Petani hingga Detik Terakhir

Jenazah Mbah Sarno/Foto: Istimewa

bernasnews— Mbah Sarno (70), buruh tani asal Kembang Sari, Srimartani, Piyungan, Bantul, meninggal dunia secara mendadak saat mencangkul sawah. Peristiwa terjadi pada Selasa, 3 Januari 2026, di belakang rumahnya, wilayah Wanujoyo Lor RT 06.

Menurut keterangan sang istri, Waniyem (65), Mbah Sarno sebenarnya telah mengeluhkan sesak napas sejak tiga hari sebelum kejadian. Namun, seperti kebanyakan petani desa, ia memilih tetap bekerja demi memastikan sawahnya terurus.

Pada Selasa siang sekitar pukul 12.30 WIB, Waniyem pulang dari bekerja dan melihat suaminya baru mulai mencangkul di ladang belakang rumah. Meski hari sudah beranjak siang, Mbah Sarno tetap mengayunkan cangkulnya perlahan, seolah melawan keterbatasan tubuh yang semakin renta.

“Beliau memang tidak bisa diam. Kalau sawah belum dikerjakan, rasanya tidak tenang,” ujar warga sekitar mengenang almarhum.

Melihat matahari semakin terik, Waniyem memilih masuk rumah untuk memasak. Ia berniat memanggil suaminya agar segera makan dan beristirahat. Namun, niat sederhana itu berubah menjadi kepanikan yang tak pernah ia bayangkan.

Setelah masakan matang, Waniyem menghampiri ladang. Langkahnya terhenti ketika ia melihat tubuh Mbah Sarno tergeletak dalam posisi tengkurap di atas tanah sawah. Ia memanggil, menggoyangkan tubuh suaminya, namun tidak mendapat respons.

Dalam keadaan panik, Waniyem segera menghubungi Ari Muntoha (41), dukuh setempat, serta meminta bantuan warga sekitar. Ari Muntoha kemudian menghubungi Polsek Piyungan untuk melaporkan kejadian tersebut.

Petugas gabungan dari Polsek Piyungan segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Polisi kemudian berkoordinasi dengan Puskesmas Piyungan untuk melakukan pemeriksaan medis.

Dokter Kurnia dari Puskesmas Piyungan menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia saat pemeriksaan. Tim medis menemukan tubuh korban sudah kaku dan dingin, serta tidak mendapati tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan awal mengarah pada kematian mendadak akibat kondisi kesehatan korban.

“Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Keluarga juga menyampaikan bahwa korban sebelumnya mengalami keluhan sesak napas. Peristiwa ini murni musibah,” ujar Iptu Rita Hidayanto.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan menolak autopsi. Polisi kemudian menyerahkan jenazah kepada keluarga untuk dibawa pulang ke rumah duka. (ef linangkung)