BANTUL – Pagi menjadi duka di Dusun Banyakan, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul. Sepasang suami istri meninggal dunia secara tragis setelah diduga tersengat aliran listrik, Senin (2/2/2026).
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menyampaikan bahwa pihak kepolisian menerima laporan adanya dua orang meninggal dunia.
“Benar, telah terjadi peristiwa orang meninggal dunia yang diduga tersengat aliran listrik. Korban merupakan pasangan suami istri,” ujar Iptu Rita Hidayanto.
Pagi itu, korban perempuan berinisial SW (44) memulai rutinitas rumah tangga. Ia menjemur pakaian di bagian belakang rumah menggunakan bentangan kawat.
Dugaan kuat, kawat jemuran tersebut telah teraliri listrik. Saat SW memegang kawat, aliran listrik langsung menyambar tubuhnya. Dalam kondisi panik, ia berteriak meminta pertolongan.
Teriakan itu terdengar oleh Sri Mulyono (47), salah satu saksi yang saat itu berada di kamar mandi. Ia segera keluar dan mendatangi sumber suara. Begitu masuk ke dalam rumah korban, pemandangan memilukan langsung menyambut matanya.
Sri Mulyono melihat SW dan suaminya, AR (56), tergeletak di lantai. Kedua korban masih berada di dekat kawat jemuran yang diduga menjadi sumber aliran listrik. Tubuh keduanya sudah tidak bergerak.
Di saat bersamaan, Samilah (62) yang melintas di depan rumah korban mendengar teriakan minta tolong untuk mematikan aliran listrik. Tanpa ragu, ia langsung berlari ke bagian depan rumah dan mematikan meteran listrik.
Setelah aliran listrik terputus, Samilah memanggil Andi Hermawan (40) yang berprofesi sebagai Penata Anastesi di RS Panembahan Senopati. Andi segera masuk ke dalam rumah untuk memeriksa kondisi kedua korban. Namun, harapan itu pupus. Ia mendapati kedua korban telah meninggal dunia.
“Korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan,” ungkap salah satu saksi di lokasi kejadian.
Petugas kemudian membawa jenazah korban ke RSU Rajawali Citra, Jalan Pleret, Potorono, Banguntapan, Bantul, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak rumah sakit memastikan bahwa kedua korban telah meninggal dunia.
Korban merupakan warga Ketandan, Banguntapan, Bantul. AR bekerja sebagai karyawan swasta, sementara istrinya, SW, juga bekerja di sektor swasta.
Iptu Rita Hidayanto mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik di lingkungan rumah, terutama pada instalasi yang berdekatan dengan benda logam.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, memastikan tidak ada kebocoran arus, dan berhati-hati saat beraktivitas yang bersentuhan dengan logam,” tegasnya.
Tragedi suami istri tersengat listrik ini menjadi pengingat bahwa bahaya bisa datang dari aktivitas paling sederhana. Jemuran pakaian di pagi hari, yang selama ini tampak aman, ternyata bisa merenggut nyawa dalam sekejap. (ef linangkung)












