bernasnews – Pelantikan dan pengukuhan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2025–2030 resmi digelar pada Sabtu, 31 Januari 2026, di Hotel Alana Palagan, Sleman. Acara ini menjadi momentum penting bagi dunia usaha di Yogyakarta dalam memperkuat sinergi antara pelaku bisnis, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Pelantikan ini merupakan lanjutan dari Musyawarah Daerah (Musda) ke-9 KADIN DIY yang diselenggarakan di Jogja Expo Center pada 8 November 2025. Dalam Musda tersebut, secara aklamasi, GKR Mangkubumi kembali ditetapkan sebagai Ketua Umum KADIN DIY untuk masa bakti 2025–2030.
Dalam sambutannya, GKR Mangkubumi menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi DIY. Ia juga menyoroti perlunya perumusan program kerja yang selaras dengan kebijakan pemerintah serta visi-misi Presiden.
“Program-programnya, kemudian juga tentunya visi-misi dari Bapak Presiden, kemudian juga tadi masukan dari narasumber berdua. Nah ini yang monggo kita bersama-sama rumuskan dengan sebaik-baiknya menjadi tantangan kita semua,” ujar GKR Mangkubumi.
Ia juga menekankan pentingnya kemitraan antara KADIN DIY, pemerintah daerah, serta pemerintah kabupaten/kota agar ekonomi wilayah dapat tumbuh secara berkelanjutan. Selain itu, ia menyoroti isu inflasi dan peran investor dalam pembangunan daerah.
“Investor kita penting, kita perlu investor tapi tentunya investor yang ramah lingkungan, tidak merusak lingkungan dan mogok, siap, kadir untuk kita bersuara untuk memilih investor yang benar-benar membangun bersama masyarakat daerah istimewa Yogyakarta,” tegasnya.
Struktur Organisasi Baru untuk Perkuat Dunia Usaha
Ketua Panitia Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus KADIN DIY Masa Bhakti 2025–2030, Tim Apriyanto, menyampaikan bahwa terdapat pembaruan signifikan dalam struktur organisasi KADIN DIY pada periode ini. Struktur baru tersebut dirancang untuk meningkatkan efektivitas koordinasi, mempercepat pengambilan keputusan, serta memperkuat sinergi lintas bidang dalam menghadapi tantangan dunia usaha yang semakin kompleks.
“Struktur baru ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas koordinasi mempercepat pengambilan keputusan serta memperkuat sinergi lintas bidang dalam menghadapi tantangan dunia usaha yang semakin kompleks,” ungkap Tim Apriyanto.
Ia menjelaskan bahwa kepengurusan saat ini terdiri dari Dewan Penasehat sebanyak 10 orang, Dewan Pertimbangan 11 orang, serta penambahan bidang strategis baru, seperti ekonomi syariah, investasi, kelautan, perikanan dan sumber daya maritim, ekonomi hijau, dan industri kreatif. Selain itu, terdapat empat Wakil Ketua Umum Koordinator dan 18 Wakil Ketua Umum bidang dengan total 68 komite tetap.
“Di kepengurusan periode ini ada 4 WKU Koordinator dengan total jumlahnya ada 68 komite tetap yang nanti akan dilantik,” jelasnya.
Arah Kebijakan dan Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Pelantikan ini juga diisi dengan dialog bisnis dan pemaparan kondisi perekonomian DIY. Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi DIY secara konsisten berada di atas rata-rata nasional, terutama ditopang sektor konstruksi dan proyek-proyek strategis.
Ia menyebutkan bahwa proyek infrastruktur seperti Tol Jogja–Solo dan Jogja–Bawen menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, ia menekankan pentingnya literasi keuangan dan penguatan sektor perbankan daerah.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menyampaikan outlook ekonomi DIY yang tetap positif pada 2026. Ia menyebutkan bahwa inflasi DIY masih berada dalam rentang terkendali dan pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap kuat.
“Inflasi di DIY memang penting menjadi hal yang perlu kita cermati karena di Desember 2025 itu inflasi kita 3,1% masih dalam rentang,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengembangan UMKM, digitalisasi sistem pembayaran, serta perluasan akses pasar ekspor, khususnya ke Eropa.
Harapan KADIN DIY untuk Ekonomi Yogyakarta ke Depan
Dengan pelantikan pengurus baru ini, KADIN DIY diharapkan mampu menjadi motor penggerak dunia usaha Yogyakarta yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Ketua Panitia menegaskan bahwa perubahan struktur organisasi dan penyesuaian jadwal pelantikan merupakan bagian dari upaya adaptasi terhadap dinamika dunia usaha.
“Kunci dari dunia usaha depan adalah bagaimana kita menjadi cekatan dan menjadi rincak serta akaktif,” ujar Tim Apriyanto.
Melalui dukungan seluruh jajaran pengurus, KADIN DIY periode 2025–2030 diharapkan mampu memperkuat peran dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.











