bernasnews — Cuaca ekstrem menerjang hampir seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis Legi. Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan pohon tumbang, kerusakan rumah warga, gangguan jaringan listrik, serta tertutupnya sejumlah akses jalan di beberapa kabupaten dan kota.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mencatat dampak signifikan terjadi di Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Bantul.
Sementara itu, hingga laporan terakhir disusun, Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Gunungkidul masih menunggu laporan resmi terkait dampak kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menyampaikan laporan situasi terkini pada pukul 17.45 WIB kepada Gubernur DIY, Sekretaris Daerah DIY, Asisten Pemerintahan dan Administrasi Umum Setda DIY, serta jajaran terkait.
Ia menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang menjadi pemicu utama rangkaian kejadian di berbagai wilayah.
Peringatan Dini BMKG dan Meluasnya Dampak
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem pada pukul 12.23 WIB.
Dalam peringatan tersebut, BMKG memprediksi hujan sedang hingga lebat yang berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang di wilayah Kulon Progo dan Sleman.
BMKG kemudian memperbarui peringatan pada pukul 13.15 WIB dan kembali pada pukul 14.16 WIB. Pada pembaruan tersebut, BMKG menyatakan potensi cuaca ekstrem meluas dan mencakup seluruh wilayah DIY.
Kondisi ini kemudian terkonfirmasi dengan terjadinya sejumlah bencana hidrometeorologi di berbagai titik.
Dampak di Sleman dan Kota Yogyakarta
Di Kabupaten Sleman, cuaca ekstrem menimbulkan dampak di empat titik pada dua kapanewon, yakni Gamping dan Godean. Angin kencang menyebabkan sedikitnya lima pohon tumbang, menutup dua akses jalan, serta merusak dua titik jaringan listrik.
Selain itu, kejadian tersebut mengakibatkan kerusakan pada satu pagar, menimpa satu unit mobil, dan merusak dua rumah warga. Petugas gabungan segera melakukan evakuasi material pohon tumbang dan membuka kembali akses jalan yang sempat terhambat.
Sementara itu, di Kota Yogyakarta, dampak cuaca ekstrem terkonsentrasi di Kemantren Kotagede. BPBD mencatat lima titik kejadian pohon tumbang yang mengganggu aktivitas warga.
Satu titik jaringan listrik juga dilaporkan terdampak, serta satu rumah warga mengalami kerusakan akibat angin kencang.
Kabupaten Bantul Catat Dampak Terluas
Kabupaten Bantul menjadi wilayah dengan dampak terluas akibat cuaca ekstrem. BPBD mencatat 25 titik kejadian di tujuh kapanewon, yakni Banguntapan, Kasihan, Sedayu, Bantul, Kretek, Sanden, dan Pleret.
Sebanyak 25 kejadian pohon tumbang dilaporkan merusak empat rumah warga, menimpa satu mobil, serta merusak empat sepeda motor.
Selain itu, angin kencang juga menyebabkan kerusakan pada satu warung atau tempat usaha, mengganggu satu titik jaringan listrik, serta berdampak pada fasilitas umum berupa kompleks Masjid Mataram. Satu akses jalan sempat tertutup akibat material pohon tumbang.
Penanganan dan Imbauan Kewaspadaan
BPBD DIY mengerahkan tim gabungan yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, PLN, Tagana, PMI, pemerintah kalurahan, Karbolo, BMR, FPRB, lembaga terkait, komunitas relawan, serta warga setempat.
Tim melakukan asesmen lapangan, penanganan darurat, pemotongan pohon tumbang, dan koordinasi lintas instansi.
Pemulihan akses jalan dan jaringan listrik menjadi prioritas untuk menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
BPBD DIY mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, terutama saat hujan deras dan angin kencang.
Warga diminta menghindari area dengan pepohonan besar, baliho, dan bangunan yang berisiko roboh, serta segera melaporkan kejadian darurat kepada pihak berwenang.
Agustinus Ruruh Haryata menegaskan bahwa data yang disampaikan masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring masuknya laporan lanjutan dari lapangan. BPBD DIY menyatakan akan terus memperbarui informasi sesuai perkembangan terbaru demi keselamatan masyarakat. (Eln)












