bernasnews – Penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) resmi menjadi perhatian publik. Simak berapa harta kekayaan Thomas Djiwandono yang terpilih menjadi Deputi Gubernur BI.
Selain karena posisi strategis yang akan diembannya di bank sentral, sosok Wakil Menteri Keuangan ini juga disorot dari sisi rekam jejak, latar belakang keluarga, hingga laporan harta kekayaannya yang tercatat dalam LHKPN.
Thomas Djiwandono terpilih setelah menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR RI pada Senin, 26 Januari 2026. Ia dipercaya menggantikan posisi Juda Agung yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur BI.
Keputusan pengangkatan Thomas Djiwandono diambil dalam rapat internal Komisi XI DPR RI dan disepakati melalui mekanisme musyawarah mufakat. Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyampaikan bahwa seluruh pimpinan dan anggota komisi sepakat menetapkan Thomas sebagai Deputi Gubernur BI dari tiga nama kandidat yang mengikuti proses seleksi.
Dengan penetapan tersebut, Thomas akan menjalani masa jabatan sebagai Deputi Gubernur BI selama satu periode atau lima tahun ke depan, sesuai ketentuan yang berlaku di Bank Indonesia.
Total Harta Kekayaan Capai Rp74,49 Miliar
Seiring pengangkatan Thomas Djiwandono sebagai pimpinan bank sentral, publik juga menaruh perhatian pada laporan harta kekayaannya. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Thomas tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp74.497.761.234 atau sekitar Rp74,49 miliar.
Laporan tersebut disampaikan pada 23 Januari 2025 untuk periode pelaporan tahun 2024. Dalam dokumen LHKPN itu, Thomas juga tercatat tidak memiliki utang.
Rincian Harta Kekayaan Thomas Djiwandono
Berikut rincian lengkap harta kekayaan Thomas Djiwandono berdasarkan LHKPN:
1. Tanah dan Bangunan
Tanah dan bangunan seluas 2.646 m²/274 m² yang berlokasi di Jakarta Selatan dengan nilai Rp40.570.630.000
2. Alat Transportasi dan Mesin
Mobil Toyota Alphard 2.5 G AT tahun 2019 senilai Rp800.000.000
Mobil Hyundai Staria 2.2 2WD AT tahun 2024 senilai Rp1.065.000.000
Mobil Lexus tahun 2024 senilai Rp2.350.000.000
Total aset kendaraan dan mesin: Rp4.215.000.000
3. Harta Bergerak Lainnya
Rp1.809.500.000
4. Surat Berharga
Rp13.073.600.000
5. Kas dan Setara Kas
Rp14.829.031.234
Jika dijumlahkan, total keseluruhan harta kekayaan Thomas Djiwandono mencapai Rp74.497.761.234.
Rekam Jejak Panjang di Dunia Keuangan dan Korporasi
Nama Thomas Djiwandono bukanlah sosok baru dalam dunia ekonomi nasional. Ia memiliki perjalanan karier panjang yang dimulai dari dunia jurnalistik, berlanjut ke sektor keuangan internasional, hingga menempati posisi strategis di perusahaan dan pemerintahan.
Karier profesionalnya diawali pada 1993 sebagai wartawan magang di Majalah Tempo. Setelah itu, ia melanjutkan kiprah jurnalistiknya di Indonesia Business Weekly. Thomas kemudian beralih ke sektor keuangan dengan menjadi analis di NatWest Markets serta Whitlock NatWest Securities, termasuk saat menjalankan tugas di Hong Kong.
Di sektor korporasi, Thomas pernah menjabat sebagai CEO Comexindo Internasional dan Deputi CEO Arsari Group, perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo.
Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan
Thomas M. Djiwandono lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Ia berasal dari keluarga dengan latar belakang kuat di bidang ekonomi dan pemerintahan. Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, merupakan mantan Gubernur Bank Indonesia pada era Presiden Soeharto. Sementara ibunya, Biantiningsih Miderawati, adalah kakak kandung Presiden Prabowo Subianto.
Dari sisi pendidikan, Thomas meraih gelar Bachelor of Arts in History dari Haverford College, Amerika Serikat, pada 1994. Ia kemudian melanjutkan studi magister di Johns Hopkins University dan memperoleh gelar Master di bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional pada 2003.
Dari Dunia Politik ke Bank Sentral
Selain berkiprah di dunia profesional dan korporasi, Thomas juga dikenal aktif di ranah politik. Ia lama berkarier di Partai Gerindra dan pernah menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra sejak 2008. Thomas juga sempat mengikuti kontestasi sebagai calon legislatif.
Pada 18 Juli 2024, Thomas Djiwandono dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan oleh Presiden Joko Widodo. Ia kemudian melanjutkan tugas tersebut hingga masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sebelum akhirnya dipercaya menduduki jabatan strategis sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Dengan rekam jejak panjang di sektor keuangan, pengalaman di pemerintahan, serta laporan harta kekayaan yang tercatat transparan, penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI menandai babak baru dalam perjalanan kariernya.
Kepercayaan DPR RI terhadap Thomas untuk mengisi posisi penting di bank sentral sekaligus memperkuat peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan nasional selama lima tahun ke depan. (anp)












