bernasnews– Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di simpang empat Jalan Baron, tepatnya di wilayah Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, pada Senin pagi (26/01/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
Kecelakaan itu melibatkan sepeda motor Suzuki Skywave bernomor polisi B 3478 FOG dengan sepeda motor lain. Benturan keras terjadi tepat di tengah perempatan dan membuat kedua pengendara terkapar di badan jalan.
Kapolsek Tanjungsari, AKP Agus Fitriana, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat sepeda motor Suzuki Skywave seorang remaja laki-laki berinisial YS (19), warga Watangrejo, Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, melaju dari arah selatan menuju utara.
Pada waktu yang bersamaan, dari arah barat menuju timur, sepeda motor seorang perempuan berinisial IW (46), warga Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, melaju. Kedua pengendara tersebut sama-sama memasuki area simpang empat tanpa mengurangi kecepatan.
“Dua sepeda motor itu saling tabrakan di tengah-tengah perempatan,” jelas AKP Agus Fitriana saat dikonfirmasi.
Benturan keras tidak terhindarkan karena kedua pengendara tidak saling mengalah. Akibatnya, kedua sepeda motor terpental dan para pengendara jatuh ke aspal.
Petugas Polsek Tanjungsari bersama warga kemudian mengevakuasi kedua korban dan membawa mereka ke RSUD Saptosari untuk mendapatkan penanganan medis. Tim medis segera melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kedua korban setibanya di rumah sakit.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa YS mengalami luka lecet pada bagian pundak kiri dan kaki. Sementara itu, IW mengalami luka sobek di bagian kepala atas akibat benturan saat terjatuh di jalan.
“Masing-masing pemotor tidak mengalami luka serius,” ujar AKP Agus Fitriana.
Setelah mendapatkan perawatan medis, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan perkara kecelakaan tersebut secara kekeluargaan. Polisi memfasilitasi proses mediasi dan memastikan tidak ada tuntutan hukum lanjutan dari kedua pihak.
AKP Agus Fitriana juga mengimbau para pengguna jalan agar selalu berhati-hati saat melintasi persimpangan, seperti di simpang empat Jalan Baron. Ia menegaskan pentingnya mengurangi kecepatan dan saling mengalah demi keselamatan bersama.
“Pengendara harus selalu waspada dan mematuhi aturan lalu lintas agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (ef linangkung)












