bernasnews — Yovin Dainty, adalah sosok gadis penyandang difabel yang mempunyai cita-cita mulia. Ia dengan karyanya berupa lukisan apabila laku terjual, maka uang hasil dari penjualan lukisan tersebut akan dibelanjakan sejumlah sembako untuk dibagikan pada warga difabel di sekitarnya.
Hal itu dikemukakan oleh Stevie S Wibowo, Owner Joglo Resto Njeron Beteng, kepada bernasnews, di resto setempat, Jalan Siliran Lor, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta, Sabtu (24/1/2026).
Menurut Stevie selaku tetangga, niat baik Yovin Dainty yang sejak lahir menderita penyakit “Cerebral Palsy” perlu diapresiasi dan didukung oleh para darmawan, terutamanya penggemar atau kolektor lukisan. “Saat berkunjung ke resto, Yovin telah menitipkan beberapa karya lukisan untuk di-display-kan,” ungkapnya.
Stevie mengaku telah dianggap sebagai sahabat oleh kerabat Yovin Dainty, gadis kelahiran Jakarta, 21 Mei 1981. “Kakaknya seorang bhikuni (bhiksu) Budha. Yovin bersama keluarga sering menyempatkan mampir ke resto. Kebetulan tempat tinggal atau kost Yovin tepat di seberang jalan ini,” terang Stevie, yang juga pegiat wisata kekinian berupa RC Track.
Sementara di tempat kostnya, dengan diantar oleh Stevie, bernasnews berkesempatan wawancara langsung dengan Yovin Dainty. Ia pun mengungkapkan, bahwa awal mulanya gemar melukis adalah saran dari dokter untuk melatih gerak psikomotoriknya. Kemudian benar-benar melukis untuk berkarya pada zaman Covid, sekitar tahun 1922an.
Hasil penjualan dari lukisan nantinya, menurutnya akan dibelikan 50 paket sembako yang akan dibagikan kepada penyandang difabel di Kelurahan Panembahan. “Saya mendapatkan data teman-teman difabel di Panembahan dari Dinas Sosial. Tidak hanya itu, saya juga ingin mendonasikan hasil jualan lukisan untuk dua yayasan di Bantul,” harap Yovin Dainty.
Untuk diketahui, bahwa menurut sumber penyakit Cerebral palsy (CP) adalah kondisi medis yang mempengaruhi kontrol gerakan dan postur tubuh, yang disebabkan oleh kerusakan pada otak yang terjadi sebelum, selama, atau setelah kelahiran.
Di mana CP ini mempengaruhi kemampuan otak untuk mengontrol gerakan dan koordinasi otot. CP tidak bisa disembuhkan, tapi terapi dan pengobatan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penderita.
“Monggo bagi yang berminat membeli lukisan karya Yovin guna mewujudkan cita-cita mulianya membantu sesama dapat menghubungi kami. Untuk melihat karya-karyanya silakan berkunjung ke Joglo Resto Njeron Beteng,” pungkas Stievie, yang juga suka berderma membagi nasi bungkus untuk kaum duafa. (ted)












