bernasnews – Cuaca ekstrem kembali menjadi perhatian masyarakat. Pada akhir pekan 23–25 Januari 2026, sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi mengalami angin kencang yang berpotensi mengganggu aktivitas harian.
Hembusan angin yang kuat dapat membuat dedaunan beterbangan, ranting bergoyang keras, bahkan memicu rasa cemas jika berlangsung berjam-jam.
Dalam kondisi seperti ini, umat Islam dianjurkan untuk tidak hanya waspada secara fisik, tetapi juga memperkuat ikhtiar batin dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Doa menjadi sarana memohon perlindungan, ketenangan hati, serta keselamatan dari segala kemungkinan buruk akibat cuaca ekstrem.
Saat Angin Kencang, Umat Islam Dianjurkan Berdoa
Angin merupakan salah satu ciptaan Allah SWT yang memiliki fungsi dan manfaat bagi kehidupan. Namun, dalam situasi tertentu, angin juga dapat menjadi ujian atau bahkan musibah jika Allah menghendaki. Oleh karena itu, Islam mengajarkan adab yang benar ketika menghadapi fenomena alam, termasuk angin kencang.
Dalam buku Doa & Wirid karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW melarang umatnya mencela angin. Hal ini karena angin bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri, melainkan makhluk Allah yang bergerak atas kehendak-Nya.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Apabila kalian melihat angin kencang, janganlah kalian memakinya. Tetapi mintalah kepada Allah kebaikan angin tersebut dan berlindunglah kepada-Nya dari kejahatannya.”
Hadis ini menjadi landasan penting bagi umat Islam agar tetap menjaga lisan dan menggantinya dengan doa serta permohonan perlindungan.
Pentingnya Memohon Perlindungan kepada Allah SWT
Angin kencang dapat membawa berbagai risiko, mulai dari kerusakan ringan hingga bahaya serius. Mengingat potensi tersebut, memohon perlindungan kepada Allah SWT adalah bentuk tawakal sekaligus pengakuan bahwa hanya Dia yang Maha Kuasa atas segala kejadian di alam semesta.
Melalui doa, seorang Muslim berharap diberikan keselamatan diri dan keluarga, ketenangan batin di tengah cuaca ekstrem. Memohon kekuatan menghadapi rasa khawatir dan ketidaknyamanan
Berikut ini adalah doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk dibaca ketika menghadapi angin kencang.
Doa Saat Angin Kencang yang Pertama
Doa ini dibaca untuk memohon kebaikan dari angin serta perlindungan dari dampak buruk yang mungkin ditimbulkannya.
Arab:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا
Latin:
Allahumma innii as’aluka khairahaa wa a’uudzubika min syarriha
Artinya:
“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya.”
Doa ini bersumber dari hadis sahih yang diriwayatkan oleh Abu Dawud nomor 5079 dan Ibnu Majah nomor 3727.
Doa Saat Angin Kencang yang Kedua
Doa kedua memiliki makna yang lebih lengkap, karena mencakup permohonan kebaikan dari angin, isi yang dibawanya, hingga tujuan angin tersebut ditiupkan.
Arab:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ
Latin:
Allahumma innii as’aluka khairahaa wa khaira maa fiiha wa khaira maa ursilat bihi, wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiiha wa syarri maa ursilat bihi
Artinya:
“Ya Allah, sungguh aku mohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan apa yang ada padanya, dan kebaikan pada tujuan angin ini dihembuskan. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan apa yang ada padanya, dan keburukan tujuan angin ini dihembuskan.”
Doa ini diriwayatkan dalam Hadis Riwayat Muslim nomor 899 dan at-Tirmidzi nomor 3449, yang berasal dari Aisyah radhiyallahu ‘anha.
Menghadapi angin kencang bukan hanya soal kesiapsiagaan fisik, tetapi juga kesiapan spiritual. Dengan membaca doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW, umat Islam diajak untuk berserah diri kepada Allah SWT, memohon kebaikan, serta berlindung dari segala kemungkinan buruk.
Semoga dengan doa dan ikhtiar yang dilakukan, kita senantiasa diberi perlindungan, keselamatan, dan ketenangan, meskipun berada di tengah cuaca yang tidak menentu. (anp)












