News  

Jumat Kliwon Dibayangi Cuaca Ekstrem, BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi dan Hujan Lebat di Daerah Istimewa Yogyakarta

Prakiraan hujan lebat dan gelombang tinggi di DIY, Jumat Kliwon 23 Januari 2026. (BMKG)

bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat Kliwon, 23 Januari 2026.

Peringatan berlaku mulai pukul 07.00 WIB selama 24 jam, mencakup potensi hujan lebat disertai kilat, angin kencang, serta gelombang laut tinggi di perairan selatan DIY.

BMKG menyampaikan bahwa dinamika atmosfer yang berkembang di wilayah tersebut meningkatkan peluang terjadinya cuaca ekstrem, terutama pada periode siang hingga sore hari.

Kondisi ini berpotensi berdampak pada aktivitas masyarakat, nelayan, pelaku wisata pantai, serta pengguna jalur transportasi darat di wilayah rawan bencana.

Pagi Cerah Berawan, Awan Konvektif Mulai Tumbuh

Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi cuaca pada pagi hari di wilayah DIY relatif cerah berawan. Aktivitas masyarakat masih dapat berlangsung normal pada jam-jam awal.

Namun, BMKG mencatat mulai terbentuknya awan-awan konvektif yang menjadi indikator peningkatan potensi hujan.

Pemanasan permukaan pada pagi hingga menjelang siang hari diperkirakan memicu pertumbuhan awan hujan dengan intensitas lebih tinggi pada periode berikutnya.

Siang hingga Sore Berpotensi Hujan Lebat

Memasuki siang hingga sore hari, BMKG memprakirakan hujan lebat berpotensi terjadi di wilayah Sleman bagian Utara, Kulon Progo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara. Hujan diperkirakan dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang.

Sementara itu, wilayah Kota Yogyakarta, Sleman bagian Selatan, Kulon Progo bagian Selatan, Bantul, dan Gunungkidul bagian Selatan diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Meski demikian, BMKG mengingatkan potensi genangan, pohon tumbang, serta gangguan lalu lintas tetap perlu diantisipasi.

Malam Masih Berpotensi Hujan, Dini Hari Berawan

Pada malam hari, hujan ringan masih berpeluang terjadi di wilayah Kulon Progo bagian Selatan, Bantul bagian Selatan, dan Gunungkidul bagian Selatan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan jalan licin dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Memasuki dini hari, cuaca diprakirakan berawan. Meskipun intensitas hujan menurun, kelembapan udara yang tinggi tetap mendukung pembentukan awan hujan untuk periode selanjutnya.

Suhu, Kelembapan, dan Pola Angin

BMKG mencatat suhu udara di wilayah DIY berkisar antara 22 hingga 32 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan mencapai 60 hingga 98 persen. Kandungan uap air yang tinggi di atmosfer menjadi salah satu faktor pendukung terjadinya hujan intens.

Angin bertiup dari arah Barat hingga Utara dengan kecepatan antara 5 hingga 30 kilometer per jam. Pola angin ini turut berperan dalam pembentukan awan hujan serta meningkatkan potensi gelombang tinggi di wilayah perairan selatan DIY.

Gelombang Tinggi di Perairan Selatan

Untuk sektor kelautan, BMKG memprakirakan tinggi gelombang di Perairan Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 2,5 hingga 4,0 meter, yang tergolong dalam kategori tinggi.

BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, dan wisatawan agar menunda aktivitas di laut selatan DIY. Kondisi gelombang tersebut berisiko menimbulkan kecelakaan laut dan membahayakan keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu berukuran kecil.

Peringatan Dini dan Imbauan

BMKG secara resmi mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang di wilayah Sleman Utara, Kulon Progo Utara, dan Gunungkidul Utara, serta peringatan gelombang laut tinggi di seluruh perairan selatan DIY.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengamankan benda-benda yang berpotensi terdampak angin kencang, menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho, serta terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG. (Eln)