bernasnews– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan penting bagi seluruh warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang laut tinggi dan hujan deras yang berpeluang terjadi sepanjang Kamis, 22 Januari 2026.
Kondisi atmosfer yang tidak stabil mendorong terbentuknya awan hujan secara masif, terutama pada siang hingga malam hari. Sementara itu, angin kencang dari arah barat hingga utara memicu peningkatan tinggi gelombang laut di perairan selatan Yogyakarta.
BMKG memprakirakan cuaca pada pagi hari masih relatif terkendali, namun potensi hujan ringan mulai muncul di sejumlah wilayah selatan. Prakiaan hujan turun di Kulon Progo bagian selatan, Bantul bagian selatan, serta Gunungkidul bagian selatan.
Memasuki siang hingga sore hari, BMKG memprediksi hujan akan meluas ke hampir seluruh wilayah DIY. Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kulon Progo bagian utara, Bantul bagian utara, serta Gunungkidul bagian utara berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang.
BMKG menilai periode siang dan sore menjadi fase paling krusial karena intensitas hujan berpotensi meningkat dan disertai angin bertiup lebih kencang.
Saat malam tiba, hujan tidak lagi terfokus di wilayah tertentu. BMKG memperkirakan seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta akan mengalami hujan ringan.
Hingga dini hari, hujan masih berpotensi turun di Sleman bagian utara dan Gunungkidul bagian utara. Meski intensitasnya ringan, hujan yang berlangsung dalam durasi panjang dapat meningkatkan risiko tanah longsor di daerah perbukitan.
BMKG mencatat suhu udara di wilayah DIY berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan cukup tinggi, yaitu 60 hingga 97 persen. Kondisi ini memperkuat proses pembentukan awan hujan.
Sementara itu, angin bertiup dari arah barat hingga utara dengan kecepatan 5 sampai 25 kilometer per jam. Angin tersebut berperan besar dalam meningkatkan tinggi gelombang laut di wilayah selatan DIY.
Selain hujan, BMKG menyoroti ancaman serius di wilayah perairan selatan. BMKG memprakirakan tinggi gelombang laut di perairan DIY mencapai 2,5 hingga 4,0 meter, yang masuk dalam kategori tinggi.
BMKG secara tegas mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi dan meminta nelayan, wisatawan, serta pelaku aktivitas kelautan untuk menunda kegiatan di laut. Gelombang setinggi ini berisiko membahayakan keselamatan jiwa dan menyebabkan kecelakaan laut.
BMKG mengimbau seluruh masyarakat DIY untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan tidak mengabaikan potensi risiko. Warga yang tinggal di wilayah rawan banjir, longsor, dan pesisir pantai diminta meningkatkan kesiapsiagaan. (ef linangkung)












