bernasnews – Proses pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 400 milik PT Indonesia Air Transport (IAT) hingga kini masih terus berlangsung. Publik pun bertanya-tanya, sudah berapa korban yang berhasil ditemukan dari insiden pesawat yang hilang kontak saat melayani penerbangan rute Yogyakarta-Makassar tersebut.
Pesawat ATR 400 itu dilaporkan kehilangan komunikasi dengan pihak pengatur lalu lintas udara sekitar pukul 13.00 Wita. Berdasarkan data awal, titik hilangnya kontak berada di wilayah Sulawesi Selatan, yang kemudian mengarah ke kawasan pegunungan.
Informasi awal mengenai hilangnya pesawat pertama kali diterima oleh AirNav Indonesia. Dari laporan tersebut, diketahui bahwa pesawat ATR tidak lagi terpantau radar saat melintasi wilayah udara Sulawesi Selatan.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa AirNav Indonesia segera menyampaikan koordinat terakhir pesawat kepada pihak Basarnas. Berdasarkan data tersebut, tim pencarian langsung dikerahkan menuju lokasi yang diperkirakan menjadi titik jatuhnya pesawat.
Basarnas Dirikan Posko SAR dan Kerahkan Tim Gabungan
Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Makassar langsung mendirikan posko operasi SAR di sekitar lokasi koordinat terakhir yang diterima. Operasi pencarian melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, unsur TNI, Polri, serta berbagai instansi terkait lainnya.
Pencarian kemudian mengarah ke kawasan Gunung Bulusaraung atau Bulu Saraung yang berada di wilayah Kabupaten Pangkep dan berbatasan dengan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Lokasi ini dikenal memiliki medan yang curam dan sulit dijangkau.
Kendala Cuaca Ekstrem dan Medan Terjal
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, yang bertindak sebagai Sar Mission Coordinator (SMC), menyampaikan bahwa proses evakuasi belum dapat dilakukan secara maksimal. Penyebab utamanya adalah cuaca ekstrem yang melanda kawasan pegunungan tersebut.
Selain hujan lebat dan kabut tebal, medan terjal dengan jurang-jurang dalam turut menjadi tantangan serius bagi tim SAR. Oleh karena itu, tim pencari terpaksa bertahan di Puncak Gunung Bulusaraung sambil melakukan pengamanan lokasi dan identifikasi awal terhadap temuan di lapangan.
Update Korban: Baru Satu Orang Ditemukan
Hingga Minggu, 18 Januari 2026, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban dari peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500 tersebut. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan berjenis kelamin laki-laki.
Namun, hingga Minggu sore, jenazah korban belum dapat dievakuasi. Proses pengangkatan terkendala cuaca buruk serta lokasi penemuan yang berada di jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter dari punggungan gunung. Kondisi jenazah belum dijelaskan secara rinci oleh pihak berwenang.
Rencana Evakuasi Dilanjutkan 19 Januari 2026
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan bahwa operasi evakuasi direncanakan kembali dilanjutkan pada Senin, 19 Januari 2026.
Evakuasi akan mengandalkan dua jalur utama, yakni jalur udara dan jalur darat. Penentuan metode evakuasi akan disesuaikan dengan perkembangan cuaca dan situasi terkini di lapangan demi menjaga keselamatan personel SAR.
Selain mengevakuasi korban, tim SAR juga akan melakukan pengamanan serta pengangkatan bagian-bagian pesawat (body part) yang diperlukan untuk kepentingan investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Fokus Investigasi KNKT
Bagian-bagian pesawat yang ditemukan di lokasi kejadian sangat penting bagi proses penyelidikan. KNKT akan menggunakan temuan tersebut untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport ini.
Selama menunggu cuaca membaik, tim SAR tetap melakukan identifikasi awal terhadap setiap temuan yang berada di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.
Data Manifest Pesawat ATR 42-500
Berdasarkan data manifest penerbangan, pesawat ATR 42-500 tersebut membawa awak pesawat dan penumpang dengan rincian sebagai berikut:
Daftar Awak Pesawat
-
Kapten Pilot: Andy Dahananto
-
First Officer: Yudha Mahardika
-
Pilot Latih: Sukardi
-
Petugas Operasi Penerbangan: Hariadi
-
Teknisi Penerbangan: Franky D. Tanamal
-
Teknisi Penerbangan: Junaidi
-
Pramugari: Florencia Lolita
-
Pramugari: Esther Aprilita S.
Daftar Penumpang
-
Deden
-
Ferry
-
Yoga
Hingga kini, operasi pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Pihak Basarnas menegaskan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca dan medan yang ekstrem.
Masyarakat diimbau untuk menunggu informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan terbaru jumlah korban dan hasil evakuasi pesawat ATR tersebut. (anp)











