Sastra Bulan Purnama : Ruang Interaksi dan Persahabatan

Dalam acara “Tegur Sapa MALIGU di Bulan Purnama, di Museum Sandi, Kotabaru Yogyakarta, Sabtu (10/1/2026), Koordinator Sastra Bulan Purnama Ons Untoro (kiri) menerima MALIGU Award yang disampaikan oleh Y.B. Margantoro. (Foto : Kiriman Ch. Endah Heruwati)

bernasnews – Awalnya, saya – Ons Untoro — melihat banyak puisi dipublikasikan melalui status di facebook. Mungkin karena banyak media yang mulai berguguran, karena munculnya media online. Selain itu, media cetak hanya sedikit yang memberi rubrik puisi.

Dari puisi-puisi yang tayang sebagai status di facebook, banyak penyair yang lama sudah kenal, dan sudah lama menulis puisi. Dari puisi-puisi di facebook itu, saya menanggapinya dengan mengajak membaca puisi di Tembi Rumah Budaya, Bantul, DIY tempat di mana saya (dulu) bekerja. Rupanya ajakan itu direspon oleh banyak kawan penyair.

Maka, saya buat satu acara, bentuknya pertunjukan sastra. Bulan yang saya pilih dari penanggalan Jawa, antara tanggal 14 atau 15 bulan Jawa. Saat bulan purnama. Tanggal nasionalnya dapat berganti-ganti. Karena pilihannya, penanggalan Jawa pas bulan purnama, maka tajuk atau program acara saya beri nama Sastra Bulan Purnama.

Kali pertama Sastra Bulan Purnama digelar tanggal 12 Oktober 2011, menampilkan penyair Yogyakarta, yang menulis puisi sejak tahun 1970-an semasa Persada Studi Klub (PSK) asuhan Umbu Landu Paranggi, seperti Slamet Riyadi Sabrawi, Bambang Darto sampai penyair yang menulis puisi tahun 1980-an dan 1990-an.

Rupanya, acara ini banyak dihadiri oleh penyair dan pecinta sastra di Yogyakarta, sehingga di bulan-bulan berikutnya yang tampil di Sastra Bulan Purnama selalu berganti dan dari kalangan penyair muda, yang mulai menulis tahun 1990-an. Yang dibacakan tidak hanya puisi, melainkan cerpen dan penggalan novel. Musikalisasi puisi, lagu puisi dan dramatisasi puisi. Pendek kata, pertunjukan sastra merupakan konsep dari Sastra Bulan Purnama.

Selanjutnya berbagai komunitas dan profesi ikut tampil di Sastra Bulan Purnama membacakan puisi, seperti orang-orang teater, wartawan, guru besar, dosen, guru SMA/SMP, polisi, jaksa, disainer, birokrat dan lainnya. Pada perkembangan berikutntya, Sastra Bulan Purnama banyak diisi launching antologi puisi dari penyair, baik antologi tunggal karya seorang penyair atau antologi bersama, termasuk kumpulan cerpen.

Sastra Bulan Purnama tidak hanya menyajikan pertunjukan sastra, melainkan juga melayani penerbitan buku puisi dan cerpen, yang dikerjakan oleh penerbit Tonggak Pustaka, diskusi sastra dan kebudayaan. Setiap Sastra Bulan Purnama digelar, selalu disiarkan secara streaming di youtube Sastra Bulan Purnama. Jadi empat media tersedia di Sastra Bulan Purnama : Ruang pertunjukan, penerbitan buku, diskusi-diskusi dan media digital: streaming youtube.

Selama ini, Sastra Bulan Purnama sering berkolaborasi dalam pertunjukannya dengan musik dan tari. Selain itu kerjasama dengan lembaga-lembaga lain misalnya, Museum Sandi, Balai Bahasa Yogyakarta, STPMD ‘APMD’. DPRD DIY Gallery Sangkring, Bentara Budaya Yogya, Komunitas-komunitas Sastra, kemudian Majalah Literasi Guru atau MALIGU dan beberapa lembaga lainnya.

Para penyair yang tampil di Sastra Bulan Purnama tidak hanya dari Yogyakarta, melainkan dari kota-kota lain: Jakarta, Bandung, Bogor, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Brebes, Cilacap, Purwokerto, Purworejo, Magelang, Temanggung, Wonosobo, Semarang, Solo, Karanganyar, Salatiga, Sragen, Ngawi, Madiun, Sidoarjo, Surabaya, Madura, Malang, Jember, Banyuwangi, Bali, Mataram, Lampung, Kalimantan Selatan, Pare-Pare dan kota-kota lain.
Sampai tahun 2025, tepatnya Oktober 2025, Sastra Bulan Purnama sudah 14 tahun, tepatnya 11 Oktober 2025, menerbitkan kumpulan puisi 135 penyair nusantara berjudul “Empat Belas Purnama”. Sekarang pertunjukan Sastra Bulan Purnama, setiap bulan digelar di Museum Sandi, Kotabaru, Yogyakarta.

Dalam perkembangannya, Sastra Bulan Purnama menjadi Ruang Interaksi dan Persahabatan yang di dalamnya menumbuhkan kreativitas menulis puisi, cerpen, esai dan lainnya. Kemudian diterbitkan menjadi buku dan dilaunching di Sastra Bulan Purnama dalam bentuk pertunjukan, diskusi dan disiarkan secara streaming melalui youtube Sastra Bulan Purnama, sehingga pertunjukan Sastra Bulan Purnama dapat dilihat dari mana saja. (mar/Ons Untoro, Koordinator Sastra Bulan Purnama).