News  

Viral Temuan Cicak dalam MBG Anak TK di Paliyan Gunungkidul, Kodim Tegaskan Pengawasan SPPG Diperketat

Cicak dalam MBG/Foto: Istimewa

bernasnews– Warga Gunungkidul gempar  dengan temuan seekor cicak di dalam Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk anak TK ABA 1 Grogol, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul.

Peristiwa ini viral di masyarakat dan langsung memicu perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Kodim 0730/Gunungkidul.

Seorang anak membawa pulang makanan MBG ke rumah. Saat orang tua anak itu menyantap makanan tersebut, sang ibu merasakan kejanggalan pada makanan.

Ia langsung memeriksa dan meludahkannya sebelum tertelan. Dari pemeriksaan itu, ibu tersebut menemukan binatang berupa cicak di dalam makanan.

Orang tua murid segera melaporkan kejadian itu kepada wali kelas. Wali kelas kemudian meneruskan laporan tersebut kepada pihak sekolah dan pengelola dapur SPPG agar kejadian serupa tidak terulang.

Karifikasi tentang Cicak dalam MBG

Kepala SPPG Mulusan 2, Muhammad Toriq Agus Firmansyah, menjelaskan bahwa pihaknya langsung berkomunikasi dengan kepala sekolah setelah menerima laporan tersebut. Ia menegaskan bahwa semua pihak menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan pada Senin, 12 Januari.

“Kami sudah berkomunikasi dengan kepala sekolah dan melakukan penyesuaian, kami mengikuti prosedur yang berjalan sesuai SOP dan aturan bisnis yang berlaku. Kami juga akan melakukan perbaikan, termasuk dari pihak yayasan,” ujar Muhammad Toriq Agus Firmansyah.

Ia menambahkan bahwa pihaknya belum menemukan asal muasal masuknya cicak ke dalam makanan. Setelah menanyakan langsung kepada relawan dapur, tidak satu pun mengetahui bagaimana kejadian tersebut bisa terjadi.

“Kebetulan saat produksi berlangsung pukul 01.00 dini hari, saya melakukan monitoring langsung di dapur STTD. Namun, asal muasal kejadian tersebut belum diketahui secara pasti,” tambahnya.

Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, membenarkan kejadian tersebut dan memastikan bahwa tidak ada korban dalam peristiwa ini.

“Kejadiannya di TK ABA 1 Grogol. Anak membawa makanan ke rumah, lalu dimakan orang tuanya. Sebelum habis dimakan, ibunya merasa aneh dan langsung meludahkannya. Setelah dicek, ternyata ada binatang di dalam makanan. Belum sampai tertelan,” jelas Letkol Alfian.

Ia menegaskan bahwa pihak penerima manfaat hanya ingin memastikan kejadian serupa tidak terjadi kembali. Oleh karena itu, orang tua murid menyampaikan kejadian tersebut kepada wali kelas demi perbaikan ke depan.

Rapat Penyelesaian Libatkan Banyak Pihak

Kodim Gunungkidul langsung memfasilitasi penyelesaian dengan melibatkan berbagai pihak. Pertemuan berlangsung di sekolah dan selesai sekitar pukul 09.30 WIB.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas, perwakilan SPPG, pihak yayasan, kepala sekolah dan guru,, orang tua penerima manfaat dan perwakilan kelurahan.

“Semua pihak hadir dan masalah sudah diselesaikan. Tidak ada masalah lanjutan,” tegas Letkol Alfian.

Kodim Gunungkidul menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap proses produksi MBG. Kodim meminta pengelola SPPG dan yayasan pemilik dapur untuk memperketat proses sortir bahan, kebersihan dapur, dan pengecekan akhir sebelum distribusi.

“Kami sudah menekankan agar pemilik SPPG dan yayasan lebih ketat dalam mensortir dan mengawasi makanan. Jika ada komplain, mereka harus bergerak cepat, datang ke lokasi, menanyakan masalah, dan menyelesaikannya secara transparan,” jelasnya.

Kodim Gunungkidul memastikan bahwa pengawasan tidak hanya berlangsung dari satu atau dua pihak. Kodim akan terus melakukan komunikasi dan pengecekan rutin bersama kepolisian, pemerintah daerah, SPPG, dan yayasan terkait.

“Kami tidak menjaga satu orang atau dua orang saja. Kami melihat semuanya agar kegiatan ini berjalan dengan baik dan penerima manfaat tetap merasa aman,” pungkas Letkol Alfian.

Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi seluruh penyelenggara program Makanan Bergizi Gratis agar mengutamakan keamanan pangan, khususnya karena menyasar anak-anak usia dini. (ef linangkung)