bernasnews– Pemerintah Kabupaten Sleman bersiap melangkah ke babak baru dalam tata kelola pemerintahan. Bupati Sleman Harda Kiswaya secara tegas menyatakan komitmen.
Ia akan menerapkan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pemerintahan yang profesional, kompeten, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Penerapan Manajemen Talenta ASN
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menegaskan pentingnya penerapan Manajemen Talenta sebagai instrumen strategis reformasi birokrasi nasional. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh Kepala Daerah di DIY yang secara aktif mendukung penguatan sistem merit dalam pengelolaan ASN.
Zudan menekankan bahwa sistem meritokrasi memungkinkan pemerintah menempatkan orang terbaik pada posisi yang tepat untuk mengeksekusi program-program pembangunan.
Menurutnya, kualitas kebijakan pemerintah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya.
“BKN memberikan relaksasi kepada pemerintah daerah untuk mencari kader-kader terbaik dalam mewujudkan visi daerah melalui sistem Manajemen Talenta berbasis meritokrasi,” tegas Zudan.
Ia menjelaskan bahwa Manajemen Talenta membuka ruang mobilitas ASN yang lebih dinamis dan objektif. Dalam sistem tersebut, Kepala Daerah dapat memobilisasi ASN yang masuk dalam kotak talenta level 7, 8, bahkan 9 tanpa melalui mekanisme open bidding atau lelang jabatan, selama tetap mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Inilah yang disebut Manajemen Talenta berbasis mobilitas talenta. Sistem ini memungkinkan pemerintah bergerak cepat, tepat, dan strategis dalam mengisi jabatan-jabatan penting,” jelasnya.
Zudan juga menyampaikan harapan besar agar Provinsi DIY mampu menjadi role model nasional dalam penerapan Manajemen Talenta ASN. Ia menilai DIY memiliki kekuatan pada kualitas sumber daya manusia, yang harus didukung oleh sistem dan infrastruktur pemerintahan yang solid.
Menurutnya, keberhasilan Manajemen Talenta tidak hanya meningkatkan profesionalisme ASN, tetapi juga mempercepat pencapaian tujuan pembangunan daerah dan nasional.
Kesiapan Pemkab Sleman
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan kesiapan penuh Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mengimplementasikan Manajemen Talenta ASN.
Ia menyatakan bahwa Pemkab Sleman selama ini telah menempatkan pengelolaan ASN sebagai prioritas utama dalam reformasi birokrasi.
Harda menyampaikan bahwa Pemkab Sleman terus membangun ASN yang profesional, kompeten, berintegritas, serta memiliki orientasi kuat pada pelayanan publik.
Ia juga mengungkapkan bahwa implementasi sistem meritokrasi di lingkungan Pemkab Sleman telah berjalan dengan baik dan mendapatkan pengakuan di tingkat nasional.
“Pemkab Sleman meraih BKN Awards 2025 dengan kategori Terbaik I Nasional dalam Manajemen ASN. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa Sleman konsisten menjalankan sistem merit,” ungkap Harda.
Ia menegaskan bahwa penerapan Manajemen Talenta akan semakin memperkuat tata kelola ASN di Sleman. Sistem tersebut mampu menciptakan kepastian karier, meningkatkan motivasi kerja, serta mencegah konflik dan gejolak internal di lingkungan birokrasi.
“Implementasi Manajemen Talenta ASN di Pemkab Sleman menjadi bentuk keseriusan kami dalam menata ASN. Kami ingin memastikan seluruh ASN memiliki jalur karier yang jelas, adil, dan berbasis kinerja. Insyaallah, tidak akan muncul gejolak apa pun terkait karier ASN,” tegasnya.
Dengan komitmen kuat dari pimpinan daerah dan dukungan penuh dari BKN, Pemerintah Kabupaten Sleman optimistis mampu menghadirkan birokrasi modern yang adaptif, transparan, dan berdaya saing tinggi.
Penerapan Manajemen Talenta ASN pun akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan pemerintahan Sleman yang semakin profesional dan melayani masyarakat secara optimal. (ef linangkung)












