bernasnews – Pemerintah Kota Yogyakarta melantik sejumlah pejabat strategis untuk memperkuat kinerja birokrasi dan pelayanan publik, Jumat (9/1/2026), di Grha Pandawa.
Pelantikan dipimpin langsung Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo yang menegaskan pentingnya kompetensi, integritas, serta orientasi hasil nyata bagi para pejabat yang mengemban amanah.
Dalam prosesi tersebut, Dedi Budiono dilantik sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta. Sementara itu, Dani Darmawan resmi menjabat Direktur Utama Perumda PDAM Tirtamarta.
Wali Kota juga melantik tiga pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, yakni Wahyu Hendratmoko sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Administrasi Umum, Lucia Daning Krisnawati sebagai Kepala Dinas Pariwisata, serta Sarwanto sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Hasto Wardoyo menekankan bahwa setiap pejabat harus mampu “memantaskan diri” sesuai jabatan yang diemban, tidak hanya dari sisi administratif, tetapi juga dari aspek profesionalisme, etika, dan pemahaman persoalan daerah.
“Ketika kita mengemban jabatan tertentu, maka kita harus memantaskan diri. Harus punya nilai lebih. Karena itu saya uji dengan quick win,” ujar Hasto.
Fokus Peningkatan Layanan Air Bersih
Secara khusus, Wali Kota menyoroti kinerja Perumda PDAM Tirtamarta. Ia meminta manajemen baru bekerja lebih keras untuk memastikan pemerataan layanan air bersih di 14 kemantren.
Pengurangan kebocoran pipa dan penguatan jaringan distribusi menjadi prioritas guna mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, yakni 80 persen cakupan layanan air bersih.
“PDAM harus menghayati bahwa kita masih harus bekerja lebih keras. Target SDGs 2030 adalah 80 persen layanan air bersih tercukupi. Persoalan kebocoran pipa dan keterbatasan jaringan distribusi harus dijawab dengan kebijakan yang tepat sasaran,” tegasnya.
Pariwisata sebagai Penggerak PAD
Hasto juga memberikan perhatian pada Dinas Pariwisata yang dinilai berperan besar dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia mengapresiasi capaian PAD Kota Yogyakarta tahun 2025 yang untuk pertama kalinya menembus angka lebih dari Rp1 triliun.
“Kota Yogyakarta belum pernah PAD-nya mencapai satu triliun. Namun pada 2025, di tahun yang tidak mudah, kita bisa melampaui angka tersebut. Ini patut disyukuri dan dipertahankan,” ujarnya.
Menurut Hasto, pencapaian tersebut tidak terlepas dari kinerja sektor pariwisata yang didukung sinergi lintas perangkat daerah.
Komitmen Dirut PDAM Tirtamarta
Menanggapi arahan Wali Kota, Direktur Utama Perumda PDAM Tirtamarta Dani Darmawan menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas layanan air bersih sekaligus memperkuat kontribusi PDAM terhadap PAD.
“Komitmen kami adalah menjalankan amanah dengan orientasi pelayanan. Targetnya, peningkatan layanan air bersih dilakukan bertahap di setiap kemantren, minimal satu wilayah bisa menikmati layanan optimal secara penuh,” kata Dani.
Ia menambahkan, PDAM juga akan memperkuat peran sebagai revenue center tanpa mengesampingkan fungsi utama sebagai penyedia layanan publik.
“Marwah PDAM adalah pelayanan kepada masyarakat. Namun, kami juga akan mengembangkan potensi pendapatan, termasuk dari sektor hotel dan mitra usaha, agar kontribusi terhadap PAD terus meningkat,” ujarnya.
Pelantikan ini menjadi momentum konsolidasi birokrasi dan BUMD Kota Yogyakarta. Dengan kepemimpinan baru yang profesional dan berorientasi kinerja, Pemkot berharap pelayanan publik semakin efektif, transparan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga. (Eln)












