bernasnews — Permasalahan sampah merupakan isu lingkungan yang dihadapi hampir semua daerah, termasuk Kabupaten Sleman, DIY. Peningkatan timbulan sampah rumah tangga dan sejenisnya, serta keterbatasan sarana prasarana pengelolaan sampah, menuntut keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
Salah satu kunci penting adalah pembentukan perilaku dan kebiasaan baik sejak usia dini melalui pendidikan di satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Guru PAUD memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah, melalui kegiatan bermain yang menyenangkan dan bermakna.
Berbagai panduan nasional menunjukkan bahwa pengembangan literasi dan karakter pada anak usia 5–6 tahun idealnya dilakukan melalui kegiatan bermain, bercerita, bernyanyi, membuat poster, bermain peran, dan aktivitas kreatif lain yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Berangkat dari contoh tersebut, Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta memandang perlu adanya Buku Saku Tematik tentang Pengelolaan Sampah, yang dapat digunakan oleh guru PAUD. Buku ini diharapkan memuat konsep sederhana tentang sampah.
Melalui Hibah Pengabdian Masyarakat Internal, Jurusan Teknik Lingkungan UII menyelenggarakan Workshop Pengembangan Buku Saku PAUD bertema Pengelolaan Sampah, yang melibatkan guru PAUD di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman sebagai mitra utama, bertempat di Ruang PKK Kantor Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, DIY, Sabtu (10/1/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia (UII) bekerja sama dengan Himpaudi/Gugus PAUD Kapanewon Depok, Sleman, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Sehati Kabupaten Sleman, Sekolah Sampah Sleman, dan Pemerintah Kapanewon Depok.
Ketua Tim Pengabdian Teknik Lingkungan UII, Dhandhun Wacano, M.Sc., Ph.D mengemukakan, bahwa tujuan umum kegiatan workshop ini adalah meningkatkan kapasitas guru PAUD dalam merancang dan menyusun buku saku pembelajaran bertema pengelolaan sampah yang kontekstual, menyenangkan, dan sesuai karakteristik anak usia dini.
“Tujuan khusus Memberikan pemahaman dasar tentang konsep pengelolaan sampah (pilah sampah, 3R, dan perilaku ramah lingkungan) yang dapat diajarkan di PAUD; Mengenalkan prinsip pengembangan literasi dan pembelajaran berbasis bermain untuk anak usia 5–6 tahun, serta cara mengintegrasikannya dengan tema pengelolaan sampah,” jelasnya.
“Membimbing guru menyusun kerangka isi dan desain Buku Saku Pengelolaan Sampah untuk anak usia PAUD (struktur bab, contoh aktivitas, bahasa, ilustrasi, dan lembar kegiatan); Menghasilkan draf awal Buku Saku Pengelolaan Sampah yang siap disempurnakan dan diuji- cobakan di kelas masing-masing; Membangun jejaring kolaboratif antara Jurusan Teknik Lingkungan UII dan PAUD di Kecamatan Depok dalam pendidikan lingkungan hidup,” tambah Dhadun.
Workshop diikuti 30 orang guru/pengelola PAUD, serta dirancang dengan pendekatan partisipatif, praktik langsung, dan berbasis pengalaman, melalui: Paparan/Pengantar, Diskusi Kelompok Terarah (FGD), Klinik Desain Buku Saku, Praktik dan Simulasi, dan Rencana Tindak Lanjut (RTL).
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan guru-guru PAUD di Kecamatan Depok mampu mengembangkan media pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan menyenangkan, sehingga nilai- nilai kepedulian terhadap lingkungan dan pengelolaan sampah dapat tertanam sejak usia dini. (*/nun)











