bernasnews – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Gunungkidul sejak Jumat sore, 9 Januari 2026, memicu terjadinya sejumlah bencana di beberapa wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul melaporkan sedikitnya lima kalurahan yang tersebar di lima kapanewon terdampak tanah longsor, pohon tumbang, serta kerusakan ringan pada fasilitas publik dan rumah warga. Data tersebut dihimpun hingga Sabtu (10/1/2026) pukul 08.00 WIB.
Berdasarkan peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY yang dirilis Jumat (9/1/2026) pukul 16.50 WIB, wilayah Gunungkidul berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang mulai pukul 17.00 WIB.
Cuaca ekstrem tersebut diprakirakan meluas di sejumlah kapanewon, antara lain Wonosari, Nglipar, Playen, Semanu, Karangmojo, Ponjong, Rongkop, Patuk, Paliyan, Panggang, Tepus, Semin, Ngawen, Gedangsari, Saptosari, Girisubo, Tanjungsari, dan Purwosari.
BMKG mengingatkan potensi bahaya berupa pohon tumbang, talud longsor, serta banjir di daerah aliran sungai seiring tingginya intensitas hujan yang berlangsung hingga malam hari.
Dampak Bencana di Lima Kalurahan
BPBD Gunungkidul mencatat sejumlah kejadian bencana dengan rincian sebagai berikut:
- Jalan Kepil, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk
Tanah longsor menutup bahu jalan dan saluran drainase. Kerugian diperkirakan mencapai Rp5 juta. - Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus
Pohon jati roboh menimpa kandang milik Baging Sutrisno dan merusak sekitar 200 genting serta enam lembar asbes. Kerugian sekitar Rp4 juta. - SMP Negeri 3 Ponjong, Kalurahan Sawahan, Kapanewon Ponjong
Longsoran batu dan pohon menimpa atap bangunan sekolah dengan estimasi kerugian Rp9 juta. - Kalurahan Kepil, Kapanewon Patuk
Talud setinggi sekitar empat meter dan lebar tiga meter milik Kardiman longsor, mengancam satu rumah hunian. Kerugian ditaksir Rp2 juta. - Kalurahan Nglindur Wetan, Kapanewon Girisubo
Pohon jati tumbang menimpa kandang ternak dan kamar mandi warga, dengan kerugian sekitar Rp3 juta. - Kalurahan Melikan, Kapanewon Rongkop
Talud milik Wasito di Gebang Kulon longsor dan menutup badan jalan, serta mengancam rumah di sekitarnya. Kerugian sekitar Rp1 juta.
Secara keseluruhan, BPBD Gunungkidul memperkirakan total kerugian material akibat rangkaian kejadian tersebut mencapai sekitar Rp24 juta.
Penanganan dan Imbauan
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan pihaknya bersama Tim Reaksi Cepat (TRC), TNI, Polri, Tagana, relawan, dan masyarakat setempat telah melakukan asesmen dan penanganan di lokasi terdampak.
“Fokus kami adalah memastikan tidak ada korban jiwa, membersihkan material longsor dan pohon tumbang, serta mengamankan bangunan yang terancam,” ujar Purwono.
Selain pembersihan dan pengamanan, BPBD juga berkoordinasi dengan PLN, pemerintah kapanewon, pemerintah kalurahan, serta relawan untuk memastikan layanan dasar dan akses masyarakat tetap terjaga.
BPBD Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dari BMKG, memangkas pohon yang berpotensi roboh, menghindari area rawan longsor dan daerah aliran sungai saat hujan deras, serta segera melaporkan jika terjadi kejadian bencana di lingkungan sekitar.
“Kerja sama semua pihak, mulai dari relawan hingga warga, sangat menentukan cepat atau lambatnya pemulihan dampak bencana,” kata Purwono.
Hingga Sabtu pagi, situasi di wilayah terdampak dilaporkan mulai kondusif, meski warga tetap diminta waspada mengingat potensi hujan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.











