bernasnews —Perahu nelayan terbalik akibat gelombang tinggi di perairan Pantai Depok, Parangtritis, Kabupaten Bantul, Kamis, 1 Januari 2026 sekitar pukul 05.00 WIB.
Dua nelayan yang berada di atas perahu berhasil diselamatkan oleh Tim SAR Satlinmas Wilayah III Pantai Parangtritis.
Kronologi Kejadian di Perairan Pantai Depok
Peristiwa terjadi saat dua nelayan melaut menggunakan perahu bernama Tri Rejeki. Keduanya berangkat pada pagi hari ketika aktivitas nelayan baru dimulai. Tidak lama setelah meninggalkan bibir pantai, perahu dihantam gelombang besar yang datang secara tiba-tiba.
Gelombang tersebut menggulingkan perahu hingga terbalik. Kedua nelayan, yang terdiri dari tekong dan anak buah kapal, terlempar ke laut dan terombang-ambing di tengah kondisi ombak yang masih tinggi. Jarak perahu dari pantai saat kejadian dilaporkan hanya beberapa ratus meter.
Respons Cepat Tim SAR Pantai Parangtritis
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah III Pantai Parangtritis, Muhammad Arif Nugroho, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan dari nelayan sekitar yang melihat perahu dalam kondisi terbalik di laut.
“Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Tim melakukan penilaian kondisi laut dan menyiapkan peralatan evakuasi,” ujar Muhammad Arif Nugroho.
Tim SAR kemudian melakukan evakuasi dengan berenang ke arah korban menggunakan papan selancar sebagai alat bantu. Proses penyelamatan dilakukan di tengah kondisi ombak yang masih besar.
Petugas mengevakuasi korban satu per satu dari laut. Setelah berhasil dijangkau, kedua nelayan dibawa ke tepian pantai dengan pengawalan tim SAR. Setibanya di darat, nelayan dan warga sekitar turut membantu proses evakuasi lanjutan.
Kondisi Korban dan Evakuasi Perahu
Kedua nelayan dinyatakan selamat dan tidak mengalami luka serius. Meski terlihat kelelahan dan mengalami syok, keduanya masih dalam kondisi sadar setelah berada di darat.
Setelah memastikan kondisi korban aman, tim SAR kembali menuju laut untuk mengevakuasi perahu Tri Rejeki. Perahu yang masih terombang-ambing diikat menggunakan tali tambang dan ditarik secara bersama-sama oleh petugas SAR, nelayan, dan warga hingga berhasil mencapai pantai.
“Korban selamat dan perahu juga berhasil dievakuasi. Kami mengimbau nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melaut,” kata Muhammad Arif Nugroho.
Peristiwa ini terjadi di wilayah perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikenal memiliki karakter gelombang tinggi, terutama pada pagi hari dan saat perubahan musim. (Eln)












