News  

Sepeda Motor Mbah Kakung Tertemper Kereta Api Bengawan di Kulon Progo, Korban Selamat dari Maut

Kondisi sepeda motor usai tertemper KA Bengawan di Kulon Progo. (Ist)

bernasnews – Kecelakaan kereta api terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Dusun Kaligintung Lor, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo.

Sepeda motor milik seorang warga lanjut usia tertemper Kereta Api Bengawan KA 282 pada Kamis, 8 Januari 2026, sekitar pukul 16.40 WIB. Pengendara dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.

Kepala Seksi Humas Polres Kulon Progo, Sarjoko, membenarkan peristiwa tersebut. Insiden melibatkan sepeda motor yang melintas di perlintasan tanpa palang pintu pengaman dan kereta api yang sedang melaju.

Kronologi Kejadian di Perlintasan Tanpa Palang

Sarjoko menjelaskan, korban berinisial K (68), warga Temon, mengendarai sepeda motor Yamaha Alfa bernomor polisi AB 6285 FC. Korban melaju dari arah utara menuju selatan dan mencoba melintasi jalur rel kereta api.

Saat berada di rel sisi selatan, sepeda motor mendadak mati mesin dan berhenti tepat di atas jalur kereta. Korban sempat berupaya menarik kendaraan keluar dari rel, namun tidak berhasil.

Dalam kondisi tersebut, korban mendengar bunyi klakson kereta api dari arah barat yang semakin mendekat. Situasi ini membuat korban mengambil keputusan untuk menyelamatkan diri.

Kereta Api Bengawan KA 282 relasi Pasar Senen–Purwosari melaju dari arah barat menuju lokasi kejadian. Menyadari jarak kereta sudah sangat dekat, korban meninggalkan sepeda motor dan menjauh dari jalur rel.

Beberapa saat kemudian, kereta api menemper sepeda motor dengan keras. Akibat benturan, sepeda motor terlempar sekitar 50 meter ke arah timur dan berhenti di area tengah jalur rel ganda.

Korban Selamat dan Imbauan Kepolisian

Korban dinyatakan selamat dan tidak mengalami luka. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi melakukan pengamanan serta pendataan kejadian.

Sarjoko mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Pengguna jalan diminta memastikan kondisi aman sebelum melintas serta memperhatikan tanda dan suara kereta.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar lebih waspada, khususnya di perlintasan tanpa palang. Pastikan aman sebelum melintas untuk mencegah kecelakaan,” kata Sarjoko.

Peristiwa ini menegaskan kembali risiko tinggi di perlintasan tanpa palang dan pentingnya kehati-hatian bagi pengguna jalan. (Eln)