News  

Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di DIY Sepanjang Jumat, 9 Januari 2026

Prakiraan cuaca DIY pada Jumat, 9 Januari 2026. (BMKG)

bernasnews – Potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat, 9 Januari 2026. Hujan dengan intensitas bervariasi, yang dapat disertai angin kencang, kilat, serta gelombang laut tinggi, berpeluang berlangsung hampir sepanjang hari.

Kondisi ini menuntut kewaspadaan masyarakat, khususnya yang beraktivitas di luar ruangan dan kawasan pesisir selatan.

Prakiraan cuaca 24 jam yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB menunjukkan pola hujan bergerak dinamis sejak pagi hingga dini hari. Sejumlah wilayah diperkirakan mengalami hujan ringan hingga sedang, dengan potensi berkembang menjadi kondisi cuaca yang berisiko.

Hujan Mulai Terjadi Sejak Pagi Hari

Pada pagi hari, hujan ringan diprakirakan turun di Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Sleman bagian selatan, Kulon Progo bagian selatan, serta Gunungkidul bagian selatan.

Kondisi ini berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat pada jam awal, terutama perjalanan menuju tempat kerja dan sekolah.

Langit mendung telah menyelimuti sebagian besar wilayah DIY sejak pagi. Kondisi tersebut menjadi indikasi meningkatnya aktivitas awan hujan yang berpeluang berkembang lebih intens pada periode selanjutnya.

Intensitas Hujan Meningkat pada Siang hingga Sore

Memasuki siang hingga sore hari, hujan diperkirakan meningkat menjadi kategori sedang di Sleman bagian utara, Kulon Progo, Gunungkidul, serta Bantul bagian selatan. Sementara itu, Kota Yogyakarta, Sleman bagian selatan, dan Bantul bagian utara masih berpotensi mengalami hujan ringan.

Pada periode ini, hujan dapat disertai kilat dan angin kencang. Kondisi tersebut berisiko menimbulkan pohon tumbang, genangan air, serta gangguan jaringan listrik.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang berlangsung cepat dan menghindari wilayah yang rawan terdampak bencana.

Hujan Berlanjut hingga Dini Hari

Hujan ringan masih berpotensi terjadi pada malam hingga dini hari, terutama di wilayah Kulon Progo bagian selatan, Bantul bagian selatan, dan Gunungkidul bagian selatan.

Meskipun intensitas hujan cenderung menurun, kondisi jalan licin dan jarak pandang terbatas tetap berisiko bagi pengguna jalan.

Aktivitas di wilayah pesisir selatan juga menghadapi potensi gangguan akibat kondisi cuaca dan laut yang belum stabil pada malam hari.

Suhu, Angin, dan Kelembapan Mendukung Pembentukan Awan Hujan

Suhu udara di wilayah DIY diperkirakan berada pada kisaran 21 hingga 32 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara relatif tinggi, berkisar antara 60 hingga 95 persen, sehingga mendukung pembentukan awan hujan yang intens.

Angin diperkirakan bertiup dari arah Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan antara 5 hingga 25 kilometer per jam. Kondisi angin tersebut berpotensi memperkuat hujan dan memicu angin kencang secara tiba-tiba di sejumlah wilayah.

Gelombang Laut Tinggi Ancam Wilayah Pesisir

Ancaman juga datang dari sektor kelautan. Tinggi gelombang laut di Perairan DIY diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4,0 meter dan masuk dalam kategori tinggi. Kondisi ini dinilai berbahaya bagi nelayan, kapal kecil, wisata bahari, serta aktivitas di sepanjang pantai selatan.

Masyarakat pesisir diimbau menunda aktivitas melaut dan menjauhi kawasan pantai guna menghindari risiko kecelakaan laut akibat gelombang tinggi.

Peringatan Dini dan Kesiapsiagaan

Wilayah Sleman bagian utara, Kulon Progo, Gunungkidul, serta Bantul bagian selatan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Seluruh wilayah pesisir DIY juga perlu mewaspadai gelombang laut tinggi yang berpotensi menimbulkan bahaya.

Pemerintah daerah bersama masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca terkini serta mengambil langkah antisipatif untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi sepanjang Jumat, 9 Januari 2026. (Eln)