bernasnews – Rumah Sakit Islam (RSI) Gunungkidul menandai Miladnya yang ke-3 dengan langkah besar dalam memperkuat fasilitas kesehatan di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Pada puncak perayaan yang digelar, RSI Gunungkidul secara resmi meluncurkan dua layanan unggulan terbaru: Layanan Hemodialisa (Cuci Darah) dan Layanan Spesialis Urologi, pada Selasa (6/1/2026).
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dan Bupati Gunungkidul periode 2011-2021, Hj. Badingah, S.Sos. Kehadiran kedua tokoh pemimpin ini menegaskan dukungan penuh terhadap peran RSI Gunungkidul sebagai mitra strategis pemerintah dalam pemerataan fasilitas kesehatan di Kabupaten Gunungkidul.
Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul Endah Subekti menyatakan, bahwa kebutuhan akan layanan cuci darah di wilayahnya terus meningkat. Hal ini menjawab kebutuhan pasien gagal ginjal dan penyakit dalam peresmian Unit Hemodialisa (Cuci Darah) yang menjadi sorotan utama.
“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat RSI Gunungkidul. Selama ini, banyak warga kita yang harus menempuh jarak jauh atau mengantre panjang untuk mendapatkan layanan cuci darah,” ungkapnya.
Menurut Endah Subekti, dengan adanya unit baru di RSI GK ini, akses masyarakat menjadi lebih dekat, cepat, dan pastinya mengurangi beban biaya transportasi serta waktu bagi pasien.
Senada dengan hal tersebut, Hj. Badingah, S.Sos., menyatakan kebanggaannya atas perkembangan RSI GK yang semula berawal dari semangat keumatan kini telah bertransformasi menjadi rumah sakit dengan fasilitas yang sangat lengkap.
“Termasuk hadirnya Layanan Spesialis Urologi yang akan menangani berbagai keluhan saluran kemih dan ginjal secara spesifik,” ujar Hj. Badingah.
Sinergi Pelayanan dan Apresiasi Mitra
Selain fokus pada pengembangan fasilitas medis, Milad ke-3 ini juga menjadi ajang penguatan sinergi dengan mitra lapangan. RSI Gunungkidul memberikan penghargaan khusus kepada Bapak Age Endra, seorang driver ambulans yang tercatat sebagai mitra dengan rujukan pasien terbanyak.
Hal ini menunjukkan komitmen rumah sakit dalam menjalin kerja sama harmonis dengan seluruh ekosistem kesehatan, mulai dari petugas lapangan hingga tenaga spesialis. Usia tiga tahun adalah masa untuk berlari lebih kencang.
Launching layanan Hemodialisa dan Urologi ini adalah bukti komitmen untuk tidak sekedar hadir, tapi memberikan solusi nyata bagi kebutuhan medis masyarakat Gunungkidul. “Kami ingin menghadirkan layanan berkualitas tinggi dengan sentuhan nilai-nilai Islami,” ungkap perwakilan Manajemen RSI Gunungkidul.
Acara ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng dan pemotongan pita di depan Unit Hemodialisa oleh Bupati Endah dan Hj. Badingah sebagai tanda resmi dimulainya operasional layanan tersebut bagi seluruh pasien. (*/ nun)











