Buka Muswil IX PPP DIY, Ketua Umum Muhammad Mardiono Tegaskan Solidaritas Kader dan Dukungan Penuh Program Pemerintah

Pembukaan Muswil IX PPP DIY/Foto: PPP DIY

bernasnews— Suasana khidmat menyelimuti Kantor DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (4/1/2026). Di tempat inilah Ketua Umum DPP PPP, Muhammad Mardiono, secara resmi membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) IX PPP DIY.

Muswil ini menjadi titik awal memperkuat barisan, merapatkan solidaritas kader, serta menyusun langkah panjang menuju agenda politik nasional, termasuk Pemilu 2029.

Sejak awal sambutan, Mardiono langsung menekankan pentingnya soliditas kader sebagai fondasi utama kekuatan partai. Ia menyampaikan pesan itu dengan nada tegas tapi penuh optimisme, seolah ingin memastikan seluruh kader memahami tantangan politik yang akan dihadapi bersama.

“Muswil ini menjadi momentum penting untuk konsolidasi, khususnya di DIY, agar PPP mampu melahirkan kepengurusan yang solid dan kuat menghadapi agenda besar ke depan,” ujar Mardiono usai membuka Muswil IX PPP DIY.

Solidaritas Kader Menjadi Kunci Kekuatan PPP

Mardiono menegaskan bahwa PPP hanya akan tumbuh dan dipercaya rakyat apabila seluruh kader bergerak dalam satu barisan. Ia meminta para kader, baik yang berada di lembaga legislatif maupun struktur partai, untuk menghilangkan sekat-sekat internal dan memperkuat kerja kolektif.

Menurutnya, soliditas internal menjadi syarat mutlak agar PPP mampu menjalankan peran politiknya secara optimal, terutama dalam mendukung pembangunan nasional dan daerah.

“Seluruh kader PPP harus bergandengan tangan, tidak hanya antarstruktur partai, tetapi juga bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mardiono secara khusus meminta kader PPP untuk aktif membantu dan mengawal program-program prioritas pemerintah.

Ia menilai keberpihakan terhadap program pro-rakyat merupakan wujud nyata komitmen PPP sebagai partai Islam yang memperjuangkan kesejahteraan umat.

Ia menyebut sejumlah program unggulan Presiden Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, serta cek kesehatan gratis, sebagai program strategis.

“Seluruh kader PPP harus membantu pemerintah mempercepat program-program tersebut agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” ungkap Mardiono.

Ia menilai keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif partai politik sebagai jembatan antara negara dan masyarakat.

Muswil IX PPP DIY sebagai Langkah Awal Menuju Pemilu 2029

Lebih jauh, Mardiono menyampaikan bahwa Muswil IX PPP DIY menjadi langkah awal agenda politik jangka panjang. Ia menyebut PPP harus mulai bekerja sejak dini agar mampu meraih hasil maksimal di masa depan.

Ia merinci sejumlah agenda penting yang harus segera disiapkan, mulai dari verifikasi partai politik, rekrutmen bakal calon legislatif, hingga persiapan menyeluruh menuju Pemilu 2029.

“Kita kerjakan semuanya sejak dini supaya hasilnya lebih baik. Hasil tidak akan mengingkari perjuangan. Kalau kita berjuang dengan sungguh-sungguh, insyaallah hasilnya juga akan lebih baik,” ucapnya penuh keyakinan.

Dalam forum yang sama, Mardiono juga menyinggung peringatan Hari Lahir (Harlah) PPP ke-53 yang jatuh pada 5 Januari 2026.

Ia menyampaikan bahwa PPP memutuskan memusatkan peringatan harlah tahun ini di Aceh, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

PPP, katanya, tidak memilih seremoni besar, melainkan mengedepankan aksi kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat.

“Rangkaian harlah akan kita isi dengan kegiatan kemanusiaan. PPP akan mengirimkan bantuan sembako dan obat-obatan, serta memberangkatkan sekitar 100 hingga 200 relawan untuk membantu percepatan pemulihan masyarakat Aceh,” tegas Mardiono.

Sebagai utusan Presiden di bidang ketahanan pangan, Mardiono menyebut pemerintah memprioritaskan pemulihan infrastruktur dan penguatan ekonomi rakyat di wilayah terdampak bencana, termasuk melalui pengembangan Koperasi Merah Putih.

Ia juga mengingatkan pesan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh pihak tidak menjadikan bencana sebagai ajang pencitraan politik. Oleh karena itu, PPP memilih bekerja dalam senyap, fokus pada kerja nyata di lapangan.

“PPP selalu hadir membersamai masyarakat, tetapi tidak untuk diekspos berlebihan. Kita bekerja bersama seluruh instrumen pemerintah demi rakyat yang terdampak,” pungkasnya.

DPW PPP DIY Siap Perkuat Konsolidasi

Sementara itu, Ketua DPW PPP DIY, M. Yazid, menyatakan Muswil IX menjadi ruang penting untuk menyatukan langkah dan menyegarkan semangat kader di Yogyakarta.

Ia berharap Muswil ini mampu melahirkan kepengurusan yang solid, progresif, dan siap menjalankan agenda politik partai secara berkelanjutan.

“Muswil ini menjadi ruang konsolidasi kader. Kami berharap DPW PPP DIY ke depan semakin solid dan mampu mewujudkan agenda-agenda politik penting, khususnya dalam menghadapi Pemilu 2029,” ujar Yazid.

Dengan semangat kebersamaan dan tekad memperkuat barisan, Muswil IX PPP DIY menjadi penanda bahwa PPP mulai menata langkah dari daerah, menyiapkan diri menghadapi pertarungan politik nasional, sekaligus meneguhkan komitmen untuk terus hadir memperjuangkan kepentingan rakyat. (ef linangkung)