bernasnews– Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB kini secara resmi mengambil alih kewenangan utama dalam penentuan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Gunungkidul.
Mekanisme baru ini sekaligus menandai berkurangnya peran daerah dalam menentukan pucuk pimpinan partai di tingkat kabupaten.
PKB Gunungkidul akan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada rentang waktu Juli hingga September mendatang. Muscab kali ini tidak lagi berjalan seperti periode sebelumnya.
Penentuan Ketua DPC PKB Gunungkidul
Partai mengubah sistem pemilihan ketua dengan meniru mekanisme pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB, yang sepenuhnya berada di bawah kendali pusat.
Ketua DPC PKB Gunungkidul, Sutiyo, menegaskan bahwa DPP PKB akan menjadi aktor utama dalam proses penjaringan calon Ketua DPC. DPP secara langsung menjaring sedikitnya tiga nama bakal calon ketua untuk kemudian mereka sampaikan kepada DPC PKB Gunungkidul.
“DPP PKB menjaring minimal tiga nama calon ketua DPC. Mekanismenya sama persis seperti pemilihan Ketua DPW,” ujar Sutiyo pada Jumat (23/1/2025).
Langkah ini secara otomatis memangkas ruang manuver daerah dalam menentukan figur pemimpin. Meski demikian, Sutiyo menyebut DPC PKB Gunungkidul masih memiliki kesempatan terbatas untuk mengusulkan nama tambahan di luar rekomendasi DPP.
“DPC hanya dimintai informasi, apakah tiga nama dari DPP akan ditambah atau tidak. Kalau mau menambah, silakan. Jumlahnya bebas, tetapi minimal tetap tiga calon dari DPP,” jelasnya.
Setelah tahap penjaringan, seluruh bakal calon Ketua DPC PKB Gunungkidul wajib mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test. Partai menggelar tahapan ini sebanyak dua kali sebagai bentuk penyaringan akhir sebelum penentuan ketua definitif.
DPP PKB akan menggunakan hasil fit and proper test tersebut sebagai dasar mutlak dalam menetapkan Ketua DPC PKB Gunungkidul periode berikutnya. Sutiyo menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan DPP dan tidak dapat diganggu gugat oleh pihak mana pun.
“Keputusan dari DPP nanti bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat,” tegas Sutiyo.
Posisi DPP
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan posisi DPP sebagai pemegang kendali penuh dalam struktur partai. Mekanisme ini menunjukkan arah konsolidasi kekuasaan partai yang semakin terpusat, sekaligus menutup ruang kompromi di tingkat daerah.
Terkait jadwal pelaksanaan Muscab PKB Gunungkidul, Sutiyo menyampaikan bahwa waktu pelaksanaan masih bersifat tentatif. Namun, partai memastikan Muscab akan berlangsung antara bulan Juli hingga September 2025.
PKB terlebih dahulu akan menyelesaikan sejumlah agenda strategis nasional. Partai menjadwalkan pelantikan Ketua DPW PKB se-Indonesia di Jakarta setelah Ramadan. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama tiga hari dan melibatkan seluruh struktur wilayah.
“Setelah Ramadan nanti ada pelantikan Ketua DPW seluruh Indonesia di Jakarta. Setelah itu, PKB masih melanjutkan Musyawarah Kerja Wilayah untuk menyusun program lima tahun ke depan,” pungkas Sutiyo.
Dengan mekanisme baru ini, dinamika politik internal PKB Gunungkidul dipastikan semakin memanas. Muscab PKB Gunungkidul tahun ini pun akanmenjadi salah satu momen paling menentukan dalam sejarah politik internal PKB di Bumi Handayani. (ef linangkung)












