News  

Viral Diduga Ledakan dari Kamar Kos di Banguntapan Bantul, Polisi Pastikan Ban Mobil Meletus

Ledakan dari Kamar Kos di Banguntapan/Foto: Polres Bantul

bernasnews— Warga Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, sempat panik pada Minggu sore, 4 Januari 2026. Sebuah unggahan di media sosial Instagram dan Facebook mendadak viral.

Unggahan itu menarasikan adanya suara ledakan keras yang katanya berasal dari dalam kamar kos di Banguntapan. Lalu, unggahan tersebut memicu spekulasi liar di dunia maya, mulai dari dugaan tabung gas hingga isu bahan peledak.

Dalam hitungan jam, kabar tersebut menyebar luas dan mengundang kecemasan warga sekitar. Meski pengunggah kemudian menghapus konten tersebut, jejak keresahan telanjur tertinggal. Aparat kepolisian pun bergerak cepat menindaklanjuti informasi yang ramai diperbincangkan itu.

Respons Polisi tentang Ledakan dari Kamar Kos di Banguntapan

Menindaklanjuti laporan di media sosial, jajaran Polres Bantul langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian di Karangturi RT 07, Mangisan, Baturetno, Banguntapan, Bantul. Polisi memastikan bahwa peristiwa tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan ledakan dari kamar kos maupun bahan peledak.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa sumber suara ledakan yang menggegerkan warga berasal dari ban mobil Colt T yang meletus. Menindaklanjuti informasi di media sosial terkait dugaan ledakan di wilayah Banguntapan, petugas mendatangi lokasi.

“Kami memastikan bahwa suara keras tersebut berasal dari ban mobil Colt T nomor polisi AB 8896 VK yang meletus,” jelas Iptu Rita.

Peristiwa itu terjadi pada hari: Minggu, 4 Januari 2026, waktu: Pukul 15.04 WIB dan lokasi: Karangturi RT 07, Mangisan, Baturetno, Banguntapan, Bantul. Saat kejadian, suasana permukiman yang awalnya tenang mendadak riuh oleh suara letusan keras yang terdengar hingga ratusan meter.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, polisi menyimpulkan bahwa ban belakang kanan mobil Colt T tersebut meletus akibat kondisi ban yang sudah aus. Serat ban bahkan terlihat jelas sebelum kejadian.

Mobil tersebut milik Samijan (50), seorang pedagang material bangunan asal Kempul Kulon, Potorono, Banguntapan, Bantul.

Pada Minggu sore itu, Samijan mengendarai mobil Colt T miliknya dengan tujuan menuju rumah adiknya di Karangturi. Saat mobil melaju di wilayah Mangisan, ban belakang kanan tiba-tiba meletus dengan suara sangat keras.

“Letusan itu mengejutkan warga sekitar. Beberapa saksi bahkan mengira suara tersebut berasal dari bahan peledak,” ujarnya.

Saksi Yanto (40) dan Nurdien (57) mengaku mendengar suara ledakan dengan jelas dari jarak ratusan meter. Bayu Hermawan (30), tukang parkir di sekitar Kantor Kapanewon Banguntapan, juga mengonfirmasi suara tersebut terdengar sangat keras dan tidak biasa.

Menurut keterangan para saksi, suara ledakan terdengar hingga radius sekitar 500 meter, sehingga wajar jika warga sempat panik dan mengaitkannya dengan dugaan ledakan berbahaya.

Meski menimbulkan kepanikan, peristiwa tersebut tidak menyebabkan korban luka maupun korban jiwa. Kerugian material akibat ban meletus diperkirakan mencapai Rp700.000.

Polisi Pastikan Situasi Aman

Polisi melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) dengan melibatkan piket fungsi yang dipimpin oleh KSPK Aiptu Oni Indarto. Hasil pemeriksaan memastikan tidak ada unsur kesengajaan maupun tindak pidana dalam kejadian tersebut.

Iptu Rita Hidayanto mengimbau masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan suatu peristiwa berdasarkan informasi di media sosial tanpa verifikasi yang jelas. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang belum jelas kebenarannya.

“Jika menemukan informasi mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwenang,” tegasnya.

Dia menegaskan ledakan dari kamar kos di Banguntapan ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat tentang dua hal krusial.

Pertama, pentingnya perawatan kendaraan secara rutin demi keselamatan bersama. Kedua, pentingnya kebijaksanaan dalam menyikapi informasi di media sosial agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu. (ef linangkung)