News  

Jembatan Kabanaran Masih Menjadi Daya Tarik Wisatawan dalam Menikmati Liburan Nataru di Jogja

Suasana Jembatan Kabanaran, dengan hiasan ikonik yang sarat makna filosofi dan historis, Sabtu (3/1/2026). Foto: Tedy Kartyadi/ bernasnews.

bernasnews – Jembatan Kabanaran yang melintasi sungai Progo, yang menghubungkan wilayah Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo, serta merupakan jembatan terpanjang di Daerah Istimewa Yogyakarta dan terpanjang ketiga di pulau Jawa.

Pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) masih menjadi daya tarik bagi wisatawan dan warga yang menikmati liburan dengan berkunjung di jembatan fenomenal yang sarat makna sejarah juga filosofi Jawa itu. Bahkan di sisi barat jembatan tepatnya wilayah Banaran, Galur, Kulon Progo tumbuh lapak-lapak UMKM menjual aneka macam kuliner, pada Sabtu (3/1/2026).

Berdasar pengamatan bernanews, di pengujung liburan tahun baru ini masih cukup banyak wisatawan berkendaraan plat luar kota sejenak berhenti untuk berfoto bersama/ swafoto dengan latar belakang jembatan dengan hiasan khas berupa gunungan (kekayon) berhiaskan motif batik, yang menjadi identitas budaya lokal Jawa.

Salah satu penampakan tanaman yang tumbuh liar, di ruas jalan masuk ke Jembatan Kabanaran, Bantul, Sabtu (3/1/2026). Foto: Tedy Kartyadi/ bernasnews.

“Sungguh disayangkan sepertinya kurang perawatannya, terutama tanaman hias dibiarkan tumbuh liar sehingga merambat ke mana-mana. Juga rerumputan liar juga tumbuh subur menjadikan jembatan yang masih relatif baru ini tampak kumuh,” kata bu Ningsih (62 th), wisatawan dari Solo yang berkunjung bersama rombongan PKK, saat ditemui bernasnews di tempat, Sabtu (3/1/2026)

Jembatan Kabanaran mempunyai bentangan panjang 2,3 Km dan lebar lebih kurang 24 meter, diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, pada tanggal 19 November 2025. Apabila melintasi jembatan tersebut, pengunjung dapat melihat Laut Selatan yang membiru betemu dengan sungai Progo yang kecoklatan, yang menjadi sebuha harmoni warna yang indah. (ted)