News  

2 Pasar di Sleman Alami Kerusakan Akibat Cuaca Ekstrem, Disperindag Lakukan Penanganan Cepat

Kondisi pasar di Sleman rusak akibat hujan tinggi disertai angin kencang. Foto: istimewa

bernasnews – Curah hujan tinggi disertai angin kencang yang melanda wilayah Sleman dalam dua hari terakhir menyebabkan dua pasar tradisional mengalami kerusakan kategori sedang. Dampak cuaca ekstrem tersebut sempat mengganggu aktivitas sebagian pedagang dan pengunjung pasar.

Berdasarkan laporan Tim Pengamanan Libur Natal dan Tahun Baru Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman pada Kamis (1/1/2026), dua pasar yang terdampak yakni Pasar Sambilegi dan Pasar Potrojayan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan Fasilitas Perdagangan Tradisional Disperindag Sleman, Purwoko Haryadi atau Ipung, langsung turun melakukan identifikasi kerusakan di lapangan. Hasil pengecekan menunjukkan kerusakan utama terjadi di Pasar Potrojayan, tepatnya pada area mushola.

Kerusakan tersebut berupa ambrolnya plafon mushola yang dipicu hujan deras dan angin kencang. Kondisi tersebut diperparah oleh daun-daun yang terbawa angin dan menumpuk di atap mushola sehingga menyumbat saluran talang air.

“Karena tersumbat air hujan dengan volume yang cukup banyak dan durasi yang lama, membludak ke talang anak dan masuk ke atas plafon area musholla maupun kamar mandi,” jelas Ipung.

Ia menambahkan, permasalahan serupa juga terjadi di Pasar Sambilegi, di mana air dari talang meluap hingga menggenangi area tlasaran di bawah saluran tersebut.

Sementara itu, Kepala Disperindag Sleman Mae Rusmi menyatakan telah melakukan koordinasi sejak Kamis (1/1/2026) dan memerintahkan penanganan cepat terhadap kerusakan yang terjadi. Ia meminta agar dilakukan pembersihan segera serta perbaikan plafon dan talang air mushola Pasar Potrojayan. Selain itu, instalasi talang di Pasar Sambilegi juga diminta untuk segera diganti dengan spesifikasi yang lebih memadai.

“Sudah saya minta untuk diperbaiki mulai hari Jumat ini. Saya juga sudah minta Tim Pengamanan Libur Natal dan Tahun Baru untuk terus melakukan pemantauan secara intens di pasar-pasar di bawah UPTD I, II, III dan IV,” terang Mae Rusmi, Jumat (2/1/2026).

Lebih lanjut, Mae Rusmi memastikan hingga Jumat belum terdapat laporan tambahan terkait kerusakan pasar lainnya. Meski demikian, langkah antisipasi tetap dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari.

“Tim kebersihan saya perintahkan untuk melakukan pengecekan talang-talang area pasar untuk mengantisipasi kejadian serupa terutama pasar yang berada di daerah Turi, Prambanan dan Balangan,” terang Mae Rusmi. (Van)